• Home
  • About
  • Daftar Isi
facebook twitter instagram Email

MASKASUM

Harimau Mati Meninggalkan Belang. Manusia mati meninggal kan?



Sekira pertengahan Juni 2019, setelah sekian purnama menunggu, akhirnya aku dipanggil Kementerian Agama Kantor Wilayah Jawa Tengah untuk menerima Surat Keputusan Pengangkatan menjadi CPNS di Semarang. Sehari setelahnya, aku sudah harus melaksanakan tugas di tempat tugas yang telah terpilih yaitu Kabupaten Kebumen. 2 hari aku harus berkantor sementara di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen untuk melakukan orientasi dan berbagai penjelasan mengenai penempatan dan tugas yang akan aku laksanakan. Ada banyak peserta yang lainnya juga kurang lebih 15 orang.

Tentu saja aku bingung mau tinggal dimana karena  tidak punya siapa-siapa di Kebumen. Teman-teman semasa kuliah sebenarnya banyak sekali tetapi semuanya bekerja di tanah rantau. Untung saja kami para CPNS saling berinteraksi dan berkonsultasi mengenai masalah yang kami hadapi di grup WA. Selain banyak sampah dan gambar-gambar tak senonoh, ternyata grup WA ada gunanya juga. Di grup itu jugalah aku mendapati seorang CPNS yang terlebih dahulu sudah ditugaskan di Kebumen dan sudah punya kontrakan, yang dengan suka rela menawarkan ke aku untuk menginap sementara di kontrakannya. Namanya Mas Huda. Dia berasal dari Sragen. Dia ngontrak bareng sesama orang Sragen yang juga CPNS yang ditugaskan di Kebumen, hanya saja beda instansi.

Di kontrakan itulah ide tulisan ini muncul yang baru bisa aku tulis sekarang.

Setiap orang yang sudah berkeluarga pasti menginginkan kebersamaan dengan keluarganya masing-masing. Mas Huda dan Mas Haris sudah sama-sama punya istri dan anak yang dengan berat hati mereka tinggalkan demi sebuah pekerjaan yang menjanjikan masa depan yang lebih baik. Tentu saja mereka ingin ditempatkan di tempat yang bias berkumpul dengan keluarga. Tetapi apa mau dikata. Atasan berkehendak lain, dan memang kami CPNS sudah membuat sebuah komitmen hitam diatas putih untuk mau ditugaskan dimana saja. 

Di setiap ada kesempatan, mereka berdua selalu menyempatkan untuk Video Call dengan istri dan anaknya. Dari jauh aku sering memperhatikan betapa bahagianya mereka walau hanya dengan video call. Aku tahu betul sebenarnya hati mereka tersayat ketika menahan rasa rindu untuk melihat langsung keluarganya masing-masing. Dan begitulah perjuangan seorang kepala keluarga untuk menghidupi anak dan istrinya. Mereka rela merantau jauh demi anak istri yang Bahagia. Ketika kutanya mereka apakah ada rasa penyesalan ditempatkan di tempat yang begitu jauh dengan keluarga, mereka menjawab tidak. “Dimanapun tempatnya, insyaallah ini adalah tempat terbaik yang diberikan Allah, dan yang penting ikhlas dan dibarengi rasa syukur, insyaallah rasanya enteng”, begitulah mereka menjawab. Terus kalo lagi kangen banget sama anak istri gimana?”, tanyaku. “Ya mau gimana lagi? Wong kita jauhnya ngga main-main, yang penting saling percaya, saling mendoakan, paling banter ya video call. Itu udah cukup”. Sebuah jawaban yang bijak.

Pun demikian yang terjadi denganku saat ini. Aku lagi menjalani sebuah hubungan jarak jauh dengan istri dan anak-anakku. Walaupun tidak terlalu jauh seperti Mas Huda dan Mas Haris. Setidaknya aku masih bias pulang seminggu sekali.

Sebenarnya ini bukan hubungan jarak jauh pertama kalinya. Sebelum menikah pun aku pernah satu tahun berhubungan jarak jauh dengan calon istriku. Antar pulau malah. Aku di Samarinda, istriku di Banjarnegara. Setelah menikah pun, waktu itu istriku pulang dan melahirkan anak kami yang pertama, kita juga LDR karena aku belum sempat pulang ke Jawa. Jadi lumayan ngga terlalu kaget lah. 

Walaupun kadang rasa kangen tiba-tiba datang, aku masih sangat bersyukur karena aku ditempatkan tidak terlalu jauh. Kurang lebih 2 jam perjalanan dari rumah ke tempat kerjaku. Jadi Alhamdulillah aku masih bias pulang seminggu sekali. Walaupun harus masak sendiri, bikin kopi sendiri, umbah-umbah sendiri, setidaknya aku menikmati semua itu. Karena ini adalah pekerjaan impian aku sedari kecil, dan banyak jutaan orang lainnya yang pengin pekerjaan seperti ini. Dan yang membuat aku semakin bersyukur, insyaallah di awal tahun depan, istri dan anak-anakku bakal aku boyong kesini. 

Begitulah sedikit ceritaku mengenai LDR yang kurang lebih sudah 6 bulan ini aku jalani.  

Kepada semua bapak-bapak hebat pejuang LDR, kuatlah, bergembiralah, karena insyaallah segala kangen dan rindu dan segala penat yang kalian perjuangkan untuk keluarga, akan dibalas Allah dengan balasan yang lebih indah. Yakinlah suatu saat nanti kalian akan berkumpul dan tertawa Bahagia Bersama keluarga kalian masing-masing. 

 FYI, karena aku ngga bisa masak, aku pernah mencoba masak sayur dan rasanya jauh lebih asin dari upil aku sendiri.
“Terus kalo hasrat menyalurkan kebutuhan biologis lagi meninggi gimana?”
Share
Tweet
Pin
Share
1 komentar

“Pokoknya saya harus lulus tepat waktu. Maksimal 4 tahun saya sudah harus wisuda”, batin saya waktu itu. Dengan semangat berapi-api, saya selesaikan kuliah saya tepat waktu. Alhamdulillah, dengan perjuangan yang panjang, saya dapat lulus kurang dari 4 tahun. Lebih tepatnya 3 tahun 11 bulan 28 hari.

Akhirnya saya menyandang predikat S.Pd, Sarjana Pendidikan. Sesuai dengan kodrat, seharusnya setelah lulus saya harus menjadi seorang guru. FYI, sejak jaman Angling Darma masih memerintah di kerajaan Malwapati, saya memang ingin menjadi seorang guru. Tetapi apa mau dikata, dunia persilatan berkata lain. Sang penggurat goresan kehidupan, menghendaki saya menjadi seorang karyawan minimarket. Sebuah nasib yang sangat kontras dan sangat tidak nyambung. Layaknya seorang jomblo yang mengejar-ngejar gebetannya namun gebetannya jalan dengan lelaki lain.

Yup, 2 tahun lamanya saya menjadi seorang karyawan sebuah minimarket yang cabangnya tersebar secara sporadis di seluruh antero Indonesia. Bagaikan jomblo yang setiap malam minggu menyebar di sudut-sudut gang. Sebuah minimarket dengan awalan Indo, berakhiran Maret. Betul. Matahari. Saya yakin minimarket ini dulunya dibangun di bulan April. FYI, saya dulu masuk di cabang Samarinda. Lalu, kenapa sih orang yang tampan rupawan yang lulusan pendidikan ini bisa menjadi karyawan minimarket? Dan juga kenapa harus di Samarinda? Suatu saat akan saya bahas di tulisan lain.

Singkat cerita, 2 tahun setelahnya, karena waktu itu istri saya hamil besar dan memutuskan pulang ke Jawa, akhirnya saya menyusul kembali ke Jawa dan tidak kembali lagi ke Kalimantan dan memutuskan untuk melanjutkan kehidupan yang fana ini di Kampung halaman.

Selepas itu, saya mencoba peruntungan mendaftar menjadi seorang perangkat Desa. Setelah melalui berbagai tahapan seleksi, akhirnya saya diterima menjadi Kepala Urusan Keuangan. Sebuah jabatan yang belakangan baru saya tahu bahwa itu adalah jabatan penuh dengan resiko dan pengorbanan tinggi mengingat semua uang yang diperoleh dari sumber manapun ke desa mengalir melalui Kepala Urusan Keuangan. Kenapa perangkat Desa? Jujur saja, sebelum saya menjadi Kaur Keuangan, saya sudah diterima menjadi tenaga honorer di sebuah sekolah di daerah tempat tinggal saya. Namun baru saja saya mendaftar, list kebutuhan anak saya sudah terpampang jelas di depan mata. Susu SGM Merk Frisian Flag, Pampers merk Merries, dan kebutuhan-kebutuhan lain dengan nominal yang tidak kecil sudah menanti untuk dipenuhi. Sementara kita semua tahu berapa gaji guru honorer. Memang rejeki Allah sudah atur. Tapi manusia juga diberi kesempatan untuk berikhtiar. Nah, ikhtiar saya waktu itu adalah dengan memilih menjadi seorang perangkat desa.

Memang garis hidup sudah ditentukan. 2 tahun setelah saya menjadi Perangkat Desa, dibukalah pendaftaran CPNS tahun 2018. Harapan untuk saya menyalurkan ilmu yang saya dapat dari bangku kuliah akhirnya terbuka. Semangat menggebu-gebu. Dengan sekuat tenaga saya berusaha untuk berlatih soal-soal CPNS yang dulu pernah keluar di tahun-tahun sebelumnya. Selain berusaha sekuat tenaga, berdoa juga menjadi andalan saya di setiap waktu. Karena saya yakin bahwa sehebat apapun usaha yang saya lakukan, tidak akan berhasil tanpa ridho dari Sang Maha Kuasa.

Untuk detail tahapan dan perjalanan saya menjadi seorang CPNS, bisa dibaca disini. Dijamin konyol dan agak lucu.

Singkat cerita, Alhamdulillah saya resmi menjadi seorang guru. Sebuah cita-cita yang lama terpendam dan belum tersalurkan yang akhirnya di tahun 2019 ini bisa terrealisasi. Kementerian Agama , menjadi kementerian yang menaungi pekerjaan saya ini.

MTs Negeri 4 Kebumen, sebuah MTs di pinggiran kota Kebumen, menjadi tempat pertama saya menjalankan tugas. FYI, basic pendidikan saya adalah Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer. Jadi di MTs 4 saya pasti mengajar TIK dong. Tetapi karena pelajaran TIK di SMP hanya 1 jam per minggu, maka saya diminta untuk mengajar Seni Budaya. Sebuah pengalaman baru lagi mengingat ini adalah kali pertama kali saya mengenal materi seni Budaya.

Lah kenapa saya yang basicnya komputer kok ngajar seni Budaya? Usut punya usut, suatu saat saya bermain keyboard yang ada di sekolah. Nah, ndilalah bagian kurikulum melihat saya sedang bermain keyboard itu. Tanpa pikir panjang, beliau langsung mengatakan, “Oke tahun pelajaran ini Bapak ngajar seni Budaya”. “Baiklah”, begitu langsung saya jawab. Beliau ngga tahu kalo sebenarnya saya cuma hafal chord C. Itupun C Mayor. Soalnya C Minor ada tuts hitamnya. Hehehe

Singkat cerita, saya sudah 2 bulan ini menjadi guru seni Budaya dan TIK. Banyak banget cerita yang mengiringi perjalanan saya mencoba menjadi seorang guru. Mulai dari tingkah anak-anak yang agak konyol, sampai hal-hal yang membuat jengkel. Banyak hal lucu, banyak pula hal-hal yang menjengkelkan. Insyaallah akan ada banyak cerita yang akan ditulis di blog ini. Itu Kalo saya tidak ngantuk.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Aku sudah menikah lebih kurang 4 tahun. Alhamdulillah dari pernikahan itu, aku dan istriku dikaruniai seorang anak perempuan yang sangat lucu (menurut saya :D ). Aku kasih nama Divya. Sebuah kebahagiaan yang tiada terkira mengingat aku dan istriku cukup lama menanti seorang buah hati.
Finally setelah 8 bulan mencoba berbagai gaya :D , akhirnya istriku hamil juga. Itupun melalui perjalanan yang amat panjang. Kita sampai keliling berbagai klinik di Samarinda. Mulai dari klinik Tong Fang, Klinik Bersalin, Sampai klinik tutup pun kita datangi.
Alhamdulillah di Samarinda ada satu klinik yang sangat bagus yang mendiagnosa kalo istriku memang ada masalah. Akhirnya setelah dua kali berobat, seminggu kemudian istriku hamil. Padahal dulu aku sempet berfikir, jangan-jangan punyaku, -sebut saja titit- bermasalah. Eh ternyata sebenernya aku sangat perkasa :D
Alhamdulillah, Divya sekarang sudah 2 tahun lebih. Dan lebih bersyukur lagi, aku dan isriku langsung dikasih kepercayaan sama Allah. Istriku hamil anak kedua. Nah kalo anak yang kedua ini, ngga pake gaya-gayaan. entah gimana ceritanya, tahu-tahu istri telat aja. Begitu ditest pack, eh beneran positif. Masa istriku hamil sama angin sih? Angin kan ngga punya titit :D . Saat tulisan ini dibuat, kandungan istriku sudah berumur 7 bulan. Gimana? Mantap kan hasil kerja "keras"ku? Mantap dong?
Divya ini anak yang luar biasa aktif. Kayaknya tiap detiknya ngga pernah dia lewati dengan diam. Pokoknya diamnya dia ya hanya kalo tidur. yang bikin aku agak was-was itu karena motorik kasarnya Divya ini agak lambat perkembangannya. Karena hal ini, cukup membuat aku dan istriku kerepotan. Jadi tiap detik aku dan istriku harus gantian melihat dia bermain-main. Karena kalo kita lalai sedikit saja, bisa-bisa kita lihat dia sudah jatuh.
Tapi dibalik -kekurang bagusan- perkembangan motorik kasarnya, menurut penilaianku Divya adalah bayi yang sangat cerdas. Bicaranya sudah jelas dibandingkan dengan anak-anak seumurannya. Divya juga sudah hapal hampir semua lagu anak-anak. Mulai dari lagu Selamat Ulang tahun yang dinyanyikan Trio Kwek Kwek, Bolo-Bolonya Tina Toon, Cita-Citaku punya Susan, Kesempurnaan Cinta punya Rizki Febian, Umbrella punya Rihanna dan lain-lain :D
Selain bicaranya yang sudah jelas dan hafal lagu-lagu anak-anak, Divya juga sudah mulai hafal dengan doa-doa dan hafalan-hafalan surat pendek. Diantaranya doa makan, doa tidur, doa makan sambil tidur, doa membangun rumah, membangun candi, membangun piramida dll. Yang lebih membanggakan, dengan umur segitu, dia juga sudah hafal Surat Al-Baqoroh. Ayat 1 :D
Membesarkan anak adalah hal seni yang luar biasa. Bahagia, marah, takut, kecewa, gembira, semua bercampur jadi satu. Bahagia karena memang membesarkan anak itu sangat membahagiakan. Marah karena kadang anak kita begitu "menjengkelkan", takut karena kita berfikir akan jadi apa anak kita kelak. Kecewa karena anak kita bertingkah tidak sesuai keinginan kita. Gembira karena tingkah lucu anak-kita yang kadang diluar dugaan kita.
Kita juga ditutuntut membentuk karakter anak menjadi anak yang baik. Selain itu kehabisan Pampers dan susu disaat ngga punya duit juga menjadi seni tersendiri. Pokoknya membesarkan anak itu campur aduk rasanya.
Namun Bahagia dan penuh cinta adalah hal terbesar yang kami rasakan. Disaat pulang, selepas penat bekerja, maka bermain dengan anak adalah obat yang sangat mujarab. Disaat ada masalah dalam hidup, melihat lucunya wajah anak kita, maka seketika masalah sementara terlupakan. Disaat kita gelisah memikirkan mantan, dan anak kita wajahnya mirip mantan, maka hati kita semakin gelisah :D
Untuk yang sudah menikah dan belum dikaruniai anak, saya doakan semoga secepatnya punya makhluk lucu dambaan kalian.
Buat yang jomblo dan membayangkan lucunya punya anak. Sadar woy. Nikah dulu baru punya anak. Halu aja bisanya. :D  
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
6 Juni 2019. Hari raya Idul Fitri telah tiba. Setelah beberapa hari berkeliling bersilaturahmi dengan keluarga besar, saatnya aku hubungi teman-teman dan handai taulan yang rumahnya tak sempat aku kunjungi. Perlahan, satu persatu kontak dalam handphone aku kirimi chat yang intinya adalah seperti yang biasa kita kirim dan terima pada hari raya. Kata-kata yang sudah seperti template yang selalu kita kirim dan kita terima setiap hari raya Idul fitri. Tapi aku bukan tipe penganut “saat mata tak bisa melihat, saat kaki tak bisa berjalan”, karena insyaallah aku sehat lahir batin. 

Tiba saatnya aku kirimkan permohonan maaf kesalah satu guru aku, teman aku, mentor aku, orang tua aku, sebut saja pak Bambang (Nama sebenarnya). Beliau adalah guru Bahasa Inggris sewaktu aku di SMP. Berkat motivasi-motivasi dari beliaulah, aku mendapatkan salah satu optimisme dalam hidup yang Alhamdulillah  mengantarkan aku menjadi manusia seperti sekarang. FYI, dulu aku memang sejenis Avertebrata. 

Entah bagaimana ceritanya, tanpa sengaja aku chat seperti ini. “Apa ngga ada rencana ke gunung Slamet gitu pak?”. Memang sudah beberapa bulan ini kita sering chating tentang rencana pendakian, yang pada akhirnya hanya menjadi wacana. FYI, pak Bambang ini suka sekali dengan olahraga, termasuk mendaki gunung. Makanya aku sering chating soal rencana pendakian. 

Setelah aku membuka percakapan itu, beliau langsung menyahut “Oke silakan diagendakan mas, aku ada waktu tanggal 9-12”. Baiklah tanpa pikir panjang, langsung aku sahut lagi dong, “Oke berarti langsung saja pak. Kita berangkat besok hari senin tanggal 10”. “OK”, begitulah pak Bambang menjawab.

Aku tahu, tak mungkin lah gunung Slamet sepi. Apalagi ini memang masih suasana lebaran. Ngga penuh sesak aja sudah untung. Tapi aku tidak mau naik satu rombongan hanya dengan pak Bambang. Kurang rame untuk ngobrol. Dan alasan sebenernya sih supaya cariel yang  berat, yang isi tenda dan lain-lain itu bisa dibawa teman. Dan aku pilih yang ringan. Begitulah, pendaki licik seperti saya. Itu sudah menjadi kebiasaan rutin setiap aku mendaki gunung. “Merepotkan orang lain” adalah nama tengahku :D. 

Akhirnya aku ajaklah dua teman dari kampungku yang sudah jelas fisiknya kuat. Setelah melalui proses seleksi yang ketat, akhirnya terpilihlah dua temanku. Personil oke, logistik oke, cuaca oke, ternyata masih ada satu masalah. Dompet ngga oke, karena aku lama menganggur dikarenakan SK CPNS yang tak kunjung turun. Karena hal ini pula lah istriku hampir saja tidak mengijinkan pendakianku. Tapi, dengan tekad yang sudah membara, istriku berhasil aku rayu. Karena nyatanya walaupun ini adalah pendakian gunung tertinggi yang pernah aku daki, ini adalah pendakian terhemat yang pernah ada. Sewa peralatan pak Bambang. Bensin temanku yang nanggung. Logistik ngga beli. Mental gratisan gini memang asyik untuk diri sendiri dan menyebalkan untuk teman-teman.

Singkat cerita berangkatlah kita ke Purbalingga untuk kemudian menuju Bambangan, desa terakhir sebelum kita treking. Jalur menuju Bambangan ini lumayan menyebalkan. Kenapa? Dari arah mana saja ngga ada petunjuk arahnya. Akhirnya di tengah kota Purbalingga kita memanfaatkan google Map. Senjata sejuta umat ketika tersesat di kehidupan yang fana. Akhirnya sampailah kita ke Basecamp. Ndilalah pada waktu itu kabut sedang tebal-tebalnya. Sepanjang jalan kita tidak melihat gunung Slamet sama sekali. 

Shalat ashar, mengisi perut, membeli kekurangan logistik, selesai semua. Jam setengah 5 sore kita start treking. Dan trek dari basecamp ke pos 1 adalah trek tergila. Puanjaaaaaaaaang kaya jomblo yang hubungannya diulur-ulur gebetannya. Selain panjang, beberapa ratus meter sebelum pos 1, itu trek nanjaknya nggilani. Itu Firaun kalo lewat trek itu kayaknya bakalan tobat deh. 

Singkat cerita di pos 1 sekitar jam 6 sore. Gelar matras, shalat lah kita. Setelah badan cukup istirahat, lanjutlah kita ke pos 2. Trek dari pos 1 ke pos 2 tidak segila dari basecamp ke pos 1. Memang semakin menanjak tapi tidak sepanjang basecamp-pos 1. Dan ada banyak trek bonus walaupun pendek-pendek. 

FYI, trek Slamet via Bambangan itu jarak antar pos semakin naik semakin pendek. Jadi, yang paling menyiksa memang antara basecamp samapai kurang lebih pos 3. 

Singkat cerita sampailah kita di pos 3. Udara dingin semakin menusuk tulang, dan pak Bambang sudah kelihatan gemetar badannya karena sangkin dinginnya. Aku pikir, wah bisa bahaya kalo diteruskan tanpa pakaian dobel ini pak Bambang. Akhirnya aku sarankan beliau memakai 2 jaket, kaos tangan, dan penutup telinga. Alhamdulillah. Saran diterima, badan pak Bambang ngga lagi gemetaran. Kita lanjutkan bongkar makanan dalam tas karena perut yang semakin lapar. Beberapa pisang kepok rebus, beberapa buah kupat dengan lauk sisa-sisa lebaran langsung ludes kita santap. Dilanjutkan dengan minum kopi terenak sepanjang hayat. FYI, kopi, rokok, dan makanan kalo dimakan di gunung kok rasanya 10 kali lebih nikmat ya? Atau perasaanku saja?

Setelah kenyang, perjalanan kita lanjutkan ke pos 4. Sebuah pos keramat di Gunung Slamet via Bambangan. Sebuah pos yang dilarang mendirikan tenda di pos itu. Sebuah pos yang paling dihindari untuk beristirahat dalam waktu yang lama. Samarantu namanya. Mendengar namanya saja udah agak bikin merinding. Karena konon Samarantu itu berasal dari kata Samar dan Hantu. Serem pokoknya. Lebih serem dari cewek PMS. Kayu-kayunya gede-gede banget. Rimbun banget. Kalo siang, cahaya matahari aja susah masuk. Kata orang yang ngerti sih disitu ada banyak.... ah sudahlah.

Akhirnya setelah melalui perjalanan yang panjang berliku, akhirnya kita sampai di pos 7 yang mana dari awal kita pengin ngecamp disitu. Ternyata, pas kita ngobrol-ngobrol dengan pendaki dari Purbalingga, antara pos 7 dan pos 8 itu jaraknya sangat pendek. Bahkan pos 8 bisa dilihat dari pos 7 kalo siang hari. Akhirnya kita berniat melanjutkan perjalanan karena fisik kita yang masih lumayan oke.  Perjalanan kita lanjutkan ke pos 8 dan ternyata di pos 8 memang area campnya ngga begitu luas dan sudah penuh. FYI, waktu kita mendaki itu lagi rame-ramenya. Sepanjang jalan naik turun itu ngga pernah berhenti orang naik dan turun. 

Karena di pos 8 sudah penuh, akhirnya rombonganku dan 1 rombongan dari Purbalingga mencoba mencari tanah yang cukup datar antara pos 8 dan pos 9. Yang mana pos 9 adalah pos terakhir dan batas akhir vegetasi. Alhamdulillah kita nemu tanah yang cukup datar dan luas diantara pos 8 dan pos 9. Tepat jam 12 malam, didirikanlah tenda. Setelah masak-masak dan ngopi-ngopi ganteng, kurang lebih pukul 1 malam, tidurlah kita. 

Jam 4 pagi, 1 orang teman dan pak Bambang langsung summit attack. Aku dan temanku mah santai saja sangkin ngantuknya. Tepat pukul 5 setelah shalat subuh dan ngopi-ngopi ganteng, naiklah aku dan 1 temanku menyusul pak Bambang ke Puncak. Dari pos 9 Pelawangan sampai puncak adalah trek yang nggilani juga. Bener-bener nanjak, licin karena kerikil, belum lagi kalo ada batu yang meluncur dari atas.  Sebuah miniatur Semeru. Akhirnya kurang lebih jam 6 pagi sampai lah aku di puncak tertinggi Jawa Tengah. Slamet, 3428 MDPL. 

Rasa letih, lesu, lelah, lunglai, rasanya langsung hilang melihat keindahan matahari yang perlahan mulai nampak di ufuk timur, dan keindahan alam yang luar biasa karena saat itu cuaca benar-benar cerah. Ciptaan Tuhan yang luar biasa indah yang memang hanya bisa dilihat dari gunung. 

Setelah puas muter-muter di puncak, kurang lebih jam 7 turunlah kita. Akhirnya jam 2 siang sampailah kita di basecamp. Sebuah perjalanan panjang penuh perjuangan dan ini adalah perjalanan naik gunung terlama yang pernah aku alami. 

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Avenger End Game memang sudah lama tayang di bioskop-bioskop seluruh dunia, termasuk Indonesia. Namun Hypenya belum juga mereda. Maklum saja, film ini memang menjawab penantian panjang fans Marvel selama kurang lebih 11 tahun ini. Karena di film ini, hampir semua Superhero Marvel berkumpul dengan cerita klimaks dari puluhan film yang selama ini telah dibangun. Dengan alur cerita yang sangat menawan, drama yang menyayat hati, serta visual yang tak perlu diragukan, membuat film ini melejit tak terbendung. Predikat film dengan pendapatan terbesar kedua di dunia rasanya sangat pantas disandang Avenger End Game.
Bagi Anda yang belum nonton Avenger End Game, saya simpulkan penyebabnya ada 2. Pertama, Anda memang sangat tidak suka dengan film superhero, sehingga Anda sama sekali tidak ingin menontonnya. Kedua, Anda hidup di gua. Masa film sebagus ini ngga ditonton? Tapi bukan alasan ketiga dong? Anda malu menonton karena Anda jomblo dan semua penonton membawa pasangannya masing-masing. Saya turut prihatin.
Bagi yang belum nonton, inti ceritanya adalah sebagai berikut :
Thanos adalah musuh utama di film ini. Thanos berkeinginan menghilangkan (memusnahkan) separuh populasi kehidupan di alam raya ini dengan cara mengumpulkan infinity stone yang tersebar di berbagai belahan galaksi, yang dengan kekuatan itu dia akan menjentikkan jarinya lalu musnahlah 50% kehidupan. Bukan hanya di bumi, namun antar galaksi. Tugas Avenger adalah menghentikan langkah Thanos.
Pertanyaannya, kenapa Thanos ingin memusnahkan separuh populasi kehidupan di alam semesta ini? Menurut Thanos, dunia butuh keseimbangan. Karena dunia sudah sangat kompleks dan penghuninya semakin hari semakin merusak. Sehingga Thanos merasa perlu mengembalikan keseimbangan alam agar dunia bisa terselamatkan.
Saya memang kurang setuju dengan cara Thanos. Bayangkan, seandainya saya sedang asyik melakukan sesuatu dengan istri saya, lalu tiba-tiba Thanos beraksi dan istri saya menghilang, dengan keadaan sedang tanggung, apa ngga bikin saya sakit pinggang? Atau ada seorang jomblo yang sedang melakukan kegiatan rutinnya, lalu tiba-tiba sabun di tangannya menghilang? Sungguh itu akan membuat mereka mengamuk membabi buta. Saya tidak bisa membayangkan betapa ngerinya. Karena tidak ada yang lebih mengerikan dari mengamuknya seorang jomblo.
Tapi saya sangat paham mengapa Thanos sangat ingin memusnahkan separuh kehidupan di dunia ini. Kita bisa lihat sendiri bagaimana sesaknya kehidupan di abad ini. Terutama di kota-kota besar.  Dan Kita pasti sangat paham mengapa Thanos ingin melakukan pemusnahan separuh populasi. Belum lagi kalo kita bicara sampah, kerusakan alam, global warming, dan kerusakan-kerusakan lain yang ditimbulkan.
Yang lebih ngeri, kalo Thanos sampai tahu bagaimana kelakuan sebagian netizen di Indonesia pra Pilpres dan Pasca Pilpres? Ribut terus tidak pernah berhenti. Saling serang, saling hujat, saling sindir, saling sebar hoax, dan kegiatan mengerikan lainnya. 
Saya adalah salah satu pengguna Twitter aktif sampai sekarang. Pasca Pilpres, keributan bukan mereda tapi justru semakin menggila. Terutama pendukung kedua pasangan calon. Kelakuannya diluar nalar. Saya sampai bertanya “Masa sangkin bencinya bisa jadi gitu ya? Apa mereka ngga punya cinta di hidup mereka?”
Seandainya saya punya infinity Stone, saya akan gunakan untuk memusnahkan netizen-netizen yang kerjaannya membuat keributan di Indonesia. Biar kapok, saya hanya akan menghilangkan Tititnya saja. Biar mereka tidak berkembang biak.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Dilansir dari edukasi.kompas.com, Pendidikan formal terbaik saat ini dipegang negara Finlandia. Sudah beberapa tahun negara ini unggul atas Amerika dari segi literasi membaca, sains, dan matematika.

Dilansir dari laporan Big Think yang dipublikasikan World Economic Forum (WEF), sistem pendidikan Finlandia dapat berfungsi dengan baik karena strukturnya ditopang oleh beberapa prinsip utama: Pertama dan terpenting akses yang sama terhadap pendidikan dan siswa diberi kebebasan memilih jalur edukatif mereka berdasarkan minat dan bakat.
Lalu bagaimana dengan Pendidikan di Indonesia?

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Based on true event. 

4 tahun yang lalu.

Aku dan istriku belum menikah. Kami terpisah jarak. Aku merantau ke Samarinda mencari bekal untuk pernikahan kita. Sementara istriku bekerja di salah satu perusahaan jasa pinjam meminjam uang di Banjarnegara. Istriku adalah salah satu orang yang sejak kecil diberi kelebihan bisa melihat makhluk yang tak bisa dilihat orang lain. Intinya, dia bisa melihat hantu. Puncaknya adalah kurang lebih setahun sebelum kami menikah. 

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Masih dalam suasana bulan penuh berkah, Ramadhan. Salah satu bulan istimewa bagi umat Islam. Segala keberkahan dan ampunan ada di bulan ini. Selain itu, di bulan ini Allah juga menjanjikan pengabulan doa. Salah satu doa orang yang tidak tertolak adalah doa orang yang berpuasa sampai dia berbuka (HR. Tirmidzi). So, sayang sekali kalo di bulan Ramadhan ini kita lewati tanpa doa sebanyak-banyaknya. Tentu saja doa yang baik-baik dong. Bagi kepala keluarga, mintalah agar keluarganya diberi keberkahan hidup. Bagi yang mau menikah, mintalah untuk dilancarkan pernikahannya. Bagi yang jomblo, mintalah kekuatan agar diberi kekuatan menghadapi pertanyaan “Kapan nikah” nanti pas silaturahmi lebaran, dan juga minta ampun atas segala sabun yang kalian bolongi. :D
Karena temanya masih Ramadhan, maka aku mau ngomongin peringatan Hari Kartini. Wuehehe
Baiklah, aku mau bahas kiat-kiat supaya kita kuat menjalani puasa. Aku udah berkunjung ke ribuan titik. Ada banyak sekali anak kecil yang kuat berpuasa sampai Maghrib, tapi kenapa justru tak sedikit orang dewasa yang tidak sanggup berpuasa. Saya merasa negara tidak hadir disini. Apa sih?
Tapi itu emang kenyataan yang miris. Di pasar-pasar, aku sering lihat gimana orang tua yang dengan nikmat makan mie ayam di siang hari tanpa rasa canggung sedikitpun. Yang paling bikin sebel itu kenapa kok makan ngga ngajak-ngajak aku? :D
Baiklah, mari kita mulai bahas tips-tips supaya kita kuat berpuasa.
Kuatkan Niat
Niat, mungkin kelihatan sepele karena adanya di dalam hati. Tapi bagi umat Muslim, niat adalah sangat penting. Sangkin pentingnya niat, Allah menjelaskan bahwa apa-apa itu tergantung niat. Bisa jadi puasa kita ngga kuat, karena niat kita ngga bener dan ngga kuat. So, mari kuatkan niat puasa kita untuk benar-benar mengharap pahala dan Ridho Allah, bukan karena yang lain.
Contohlah para jomblo. Niat mereka begitu kuat untuk menikah walaupun begitu sering mereka gagal di tengah jalan. Minimal niat mereka sudah bener.
Sering Datang Ke Kajian Ilmu
Tentu saja biasanya kajian ilmu adanya di masjid-masjid. AWAS! Jangan salah masuk. Microphonnya emang sama. Tapi kalo begitu masuk kamu lihat banyak lampu kelap-kelip muter-muter berwarna-warni, ada layar TV gede, apalagi ada cewek seksi disitu, itu Room Karaoke namanya. Memang microponnya sama. Tapi jangan salah masuk. Kalo di masjid banyak pahala, kalau room karaoke banyak pahanya. Berbahaya.
Ngga Usah Ngabuburit di Jalan-Jalan
Ngabuburit itu Bahasa Sunda ya. Artinya kurang lebih jalan-jalan sore untuk menghabiskan waktu dan menunggu waktu berbuka .CMIIW. Iya kalo ngabuburitnya di masjid. Sambil ngaji, sambil dzikir. Lah umumnya ngabuburit kan di jalan-jalan. Nah ngabuburit di jalan-jalan tuh kan lengkap banget. Ada ibu-ibu, ada bayi, ada anak-anak, ada bapak-bapak, ada alay-alay, ada ibu bawa anak-anak, ada bapak bawa ibu-ibu, ada Bapak bawa anak-anak, ada ibu bawa alay-alay, ada alay bawa anak-anak, ada bayi bawa bapak-bapak, argghhhhhh banyak pokoknya.
Celakanya, kalo ngabuburit di jalan-jalan tuh banyak banget gadis-gadis milenial seksi yang brengsek ngga tau diuntung. Udah tahu ini bulan puasa, tapi masih aja jalan-jalan pake hotpants. Lah aku sebagai papah muda yang jiwanya sedang bergejolak, ya tentu saja tertarik sekali dengan hal-hal kaya gitu. Aku aja yang udah punya istri masih gitu, gimana para jomblo yang terbiasa dengan fantasi liarnya? Aduh berbahaya.
Banyak Membaca Artikel-Artikel Positif
Sudahi stalking akun lambe turah, lambe nyinyir, dan lambe-lambe lainnya. Beralihlah ke rumaysho.com, nu online, dan sejenisnya. Supaya puasa kita ngga rusak dan tambah pahala. Buat para jomblo, yang biasa pake VPN atau proksi gratisan demi bisa mengakses situs favorit kalian (YKWIM), hentikan sekarang juga. Fokuslah beribadah dan berdoa. Ingat, biaya nikah sekarang ngga masuk diakal.
Jangan jadi warga negara Islandia
Ini penting banget. Di Islandia, berbuka dan sahur hampir bareng. Jadi kalo berbuka puasa tuh, jeda sebentar langsung makan sahur. Karena puasanya lebih dari 20 jam. Mantap ngga tuh? Jadi, buat yang rencana mau pindah ke Islandia, mending kalian pikir-pikir dulu. Apalagi buat yang gampang tumbang kalo berpuasa.
Demikian tips-tips biar puasa makin kuat. Semoga bermanfaat. See you.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar


Salah satu kebiasaan aneh yang sudah turun temurun dilakukan orang-orang di kampungku adalah mengganti nama ketika sudah resmi menikah. Jadi, setelah melakukan ijab qobul, akan diadakan semacam selamatan dan menghidangkan bubur merah putih, kemudian diresmikanlah nama baru oleh tetua di kampungku. Setelah acara ini selesai, maka orang sekampung harus memanggil kedua mempelai dengan nama barunya.
Share
Tweet
Pin
Share
1 komentar
Di era serba modern ini, aku begitu bersyukur karena bisa merasakan kemudahan-kemudahan yang diakibatkan karena kemajuan teknologi yang ada di masa sekarang. Jaman sekarang pacaran aja bisa online. Suatu saat nanti mungkin bakalan ada hamil online. Tapi jauh sebelum hari ini, mari aku ajak mundur kurang lebih 20 tahun yang lalu.

Sebelum setampan dan semodern sekarang, aku adalah seorang anak kecil garis lucu yang lahir di sebuah dusun kecil di sebuah kota kecil di Jawa Tengah. Nama Desaku Kalibombong, Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara. Kalo kalian berusaha cari Desa aku di Google Map, maka kalian seperti berusaha menemukan jarum di tumpukan jerami. Susah. Sangkin susah dan terpencilnya, jalanan ke desaku pada waktu itu benar-benar bikin miris. Pokoknya jangan dibayangkan jalan seperti sekarang. Alih-alih jalan aspal atau minimal jalan berbatu, itu lebih cocok disebut galur kebo. Mobil masuk ke desaku waktu itu seperti mimpi. Satu-satunya mobil yang mau masuk ke desaku adalah mobil yang mau aku ceritakan di paragraph selanjutnya.

Waktu aku kecil sekitar pertengahan 90an, desaku benar-benar masih sangat jauh dari peradaban maju. Mari aku kasih satu contoh. Waktu aku kecil, itu lagi ada Perhutani menebang hutan pinus untuk kemudian ditanami lagi dengan tanaman yang baru. Mobil yang buat angkut kayu pinus itu gede-gede dan suaranya menggelegar bisa terdengar jauh sampai ke pojok dusun. Sangkin gumunnya anak-anak di desaku, begitu mereka mendengar suara mobil-mobil itu, maka anak satu kampung bakalan keluar rumah dan mengejar mobil itu. Kita pikir, “Iki apa gede temen? Bisa ngangkut kayu akeh banget pisan” Dan ngga Cuma sampai situ saja. Kita bakalan berusaha naik ke mobil yang sarat muatan itu. Entah bagaimana caranya. Pokoknya brutal. Sebrutal jomblo melihat gadis seksi di Bigo live. Ada yang sampai benjut luka-luka karena jatuh dari mobil itu. Tapi kita ngga peduli. Yang penting kita bisa naik ke mobil itu. Mungkin pada saat itu sopirnya berfikir, “Ini anak-anak hidup di jaman Megalitikum atau gimana? Kok mereka kampungan sekali?”.

Setelah naik mobil tadi, kapan kita turun dan dimana kita turun? Nah ini lucu lagi. Biasanya kita bakal naik sampai Karangkobar dan turun disana. Jarak Karangkobar sampai ke desa aku itu kurang lebih 8 Km. Lah terus gimana cara kita balik ke desa? JALAN KAKI. Tapi apakah kita kapok dan bersedih? Tidak. Kita akan sangat gembira dan terus melakukan “Kegiatan yang sangat kampungan” itu. Pokoknya pada saat itu ngga ada kegiatan yang lebih membahagiakan kita melebihi itu.

Buset dah itu beneran ada anak-anak yang kaya gitu di tahun 90an? kok udik banget ya? Lah memang udik kok. Dan ini kisah nyata. Lha wong aku salah satu pelakunya kok.

Ngomong-ngomong soal mobil perhutani tadi, kadang ada kejadian yang paling menjengkelkan. Tetanggaku kan dinding rumahnya dari kayu. Dan kalo dindingnya dipukul pake tangan, suaranya itu persis kaya suara mobil Perhutani tadi. Mobil Perhutani tadi, kalo lagi ngga begitu ngegas, suaranya sama persis kaya dinding kayu tadi. Walaupun suaranya ngga begitu keras, paling ngga anak-anak di sekitaran rumah tetanggaku tadi pada denger.

Suatu hari ada anak yang iseng. Dia pukul dinding kayu itu keras-keras. Anak-anak di sekitaran rumahku berhamburan keluar, bersiap-siap ambil langkah seribu untuk mengejar mobil Perhutani. Begitu mereka keluar rumah, muka mereka suram. Kecewa tiada tara. Sekecewa jomblo yang ditinggal pas lagi saying-sayangnya. Satu persatu mereka kembali ke rumah masing-masing sambil menggerutu, “Oalah Asu. Kenang tipu maning”.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

                Alhamdulillah. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam tahun ini saya kembali bisa merasakan Ramadhan. Sungguh sebuah nikmat yang sangat luar biasa yang ngga semua orang bisa merasakan. Karena banyak saudara-saudara kita yang tahun lalu masih bisa merasakan Ramadhan tapi tahun ini sudah dipanggil oleh Allah.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Suatu hari di dunia khayalan, seorang suami pulang kerumah setelah seharian bekerja. Dengan senyum merekah dia mengucapkan salam lalu masuk ke dalam rumah. Di dalam rumah, istri dan anaknya sudah menunggu dengan wajah yang cerah ceria. Dengan tergopoh-gopoh sang istri bersalaman dan mencium tangan suaminya dengan lembut. Sejurus kemudian dia melepaskan jaket sang suami seraya menawarkan kopi hangat untuk suaminya. Sambil menunggu kopi yang dibuatkan istrinya siap, sang suami membopong anaknya  yang sedari tadi memperhatikan kemesraan ayah dan ibunya seakan-akan dia menunggu kemesraan seperti yang ditunjukkan ayah dan ibunya. What a happy family.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Selain karena sinetron Tukang Bubur Naik Haji yang sudah tamat, nampaknya aku harus bersyukur karena sejak tanggal 18 Januari kemarin, aku resmi menjadi seorang ayah. Tapi tahukah kalian bahwa dengan berakhirnya sinetron yang aku sebutkan tadi, berakhir juga prahara-prahara rumah tangga yang terjadi karena perebutan remot tivi antara anak dan orang tua? Ini sinetron emang gila. Kalo diibaratkan sempak, ini adalah sempak yang bener-bener sudah bolong-bolong yang wajib untuk dibuang. Bikin muak, asem, kecut, kendor, dan tentu saja bolong. Bayangin aja, Cinta Fitri yang episodenya 1000 lebih, menghabiskan 7 season. Tukang bubur naik haji, 2000 episode lebih ngga pake season2an. Halah malah ngelantur ngomongin Tukang Bubur.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
“Papah, pengin banget makan sate”, ujar sang istri. “Tapi ini kan udah jam 12 malem mah, mana ada tukang sate yang masih jualan?”, jawab sang suami. “Tapi ini dedek kita yang mau”, balas sang istri sambil mengelus-elus perutnya yang hamil itu. Lalu seketika sang suami mengambil HP dan googling untuk menemukan warung sate yang buka 24 jam. Sejurus kemudian suami itu berpamitan untuk membeli sate yang dimaksud. Ternyata jaraknya kurang lebih 45 menit dari rumahnya dengan ditempuh menggunakan sepeda motor dengan kecepatan rata-rata 100 km per jam.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Akhir 2018 menjadi tonggak sejarah baru dalam hidupku. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, aku lolos tes CPNS tahun 2018. Ini adalah kali pertama aku mendaftar dan Alhamdulillah Allah langsung mengijinkan aku lolos. Sebuah anugerah yang tiada terkira. Mengingat, ada ribuan bahkan jutaan orang yang berkali-kali mendaftar CPNS dan selalu gagal.


Aku bukan sedang menyombongkan diri. Aku mah apa atuh? dibandingkan dengan kekuasaan Tuhan yang maha luas, aku mah cuma butiran debu yang jatuh dan tak bisa bangkit lagi. Aku cuma lagi pengin sharing. Siapa tahu lewat ceritaku ini, ada sedikit inspirasi yang bisa kita jadiin pelajaran.


Gimana sih kok aku bisa lolos CPNS? Apa sih rahasia suksesnya? Dan ada cerita apa aja dalam perjalananku menuju CPNS 2018? Kuy lah kita baca sampai habis ceritaku ini.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Posts Baru

Hy yang disana! Welcome

About Me

Selamat datang di warung sederhana saya. Happy reading

Medsos Saya

  • facebook
  • twitter
  • instagram

Paling Populer

    Every Shit Happen, But ….
    WONG JAWA ILANG JAWANE
    Inikah Kisah Cinta Paling Heboh Melebihi Dilan dan Milea? (Part 1)

Kategori

  • Absurd
  • Adventure
  • Curhat
  • Diary
  • Family
  • Horor
  • Inspirasi
  • Lucu
  • My Life
  • Pernikahan
  • Ramadhan

Tulisan Lainnya

  • ►  2021 (11)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Januari (8)
  • ►  2020 (8)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Mei (3)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (3)
  • ▼  2019 (15)
    • ▼  Desember (1)
      • TENTANG LONG DISTANCE RELATIONSHIP
    • ►  Agustus (1)
      • TENTANG PEKERJAAN BARU
    • ►  Juli (1)
      • Tentang Anak Pertamaku, Divya
    • ►  Juni (1)
      • Slamet, 3428 MDPL. Perjalanan Naik Gunung Terlamaku
    • ►  Mei (8)
      • Saya Paham Apa yang Dirasakan Thanos
      • Saya Bukan Sarjana Wagu. Saya Sarjana Bertahan Hidup
      • Horornya Istriku
      • Tips Lumayan Lucu Supaya Kita Kuat Puasa
      • Bapakku Ganti Nama 3 Kali?
      • Seberapa Kampungan Masa Kecilku?
      • Supaya Puasa Kita Semakin Mantap
      • Married is About Learn Everything, In Every Single...
    • ►  Februari (3)
      • Jadi Ayah (Tulisan Lama)
      • Nyidam atau Nyidam Sih?
      • CPNS 2018-ku. Dari Kecelakaan Parah Sampai Lulus CPNS

Hit

MASKASUM.COM BERDIRI SEJAK 2019. "CAPEK BANGET DONG" | Theme by MASKASUM.COM