Every Shit Happen, But ….

by - Agustus 07, 2021

“Jangan makan burung emprit. Nanti tua hidupnya pindah-pindah terus”. Begitu mitos yang sering diucapkan orang-orang tua di kampungku. Tapi dari jaman aku kecil ucapan-ucapan ngga masuk akal semacam itu selalu aku bantah. Soalnya dipikir secara logika aja ngga nyampe. Apalagi kalau dikaitkan dengan agama. Bisa menjerumus ke Tatoyur. Mempercayai sesuatu yang terjadi karena sebab-sebab yang ngga masuk akal. “Jangan berdiri di depan pintu. Nanti menghalangi rejeki”. “Jangan nyisain makanan ntar ayamnya mati”. “Jangan berdiri di tengah jalan tol, nanti ditabrak sedan”. “Jangan kritik pemerintah. Nanti ada kang bakso lewat”. Dan masih banyak lagi yang lainnya.

Hal yang bikin aku semakin ngga percaya kalimat-kalimat ngga masuk akal tadi adalah, dari jaman orok aku ngga pernah makan burung emprit. Tapi hidupku udah kaya burung emprit. Pindah-pindah terus. Dari desa satu ke desa lain, dari provinsi satu ke provinsi lain, bahkan dari pulau satu ke pulau lain. Mari kita bedah.

Lulus SD, aku udah harus kerja di Majalengka Jawa Barat selama kurang lebih 2 tahun. Ngga dapet apa-apa tuh disitu. Paling yang aku dapet  jadi lancar banget ngomong Bahasa Sunda waktu itu. Bahkan kalo orang Sunda waktu itu ngomong sama aku, dikira aku orang Sunda. Sangkin luwes dan fasehnya. Lulus SD merantau ke Majalengka Jawa Barat 2 tahun.

Karena keadaan keluargaku yang wadidaw sekali, ikutlah aku sama orang yang biayain aku sekolah. Pindah ke desa lain. 3 tahun.

Kuliah ngga aku anggep merantau lah ya. Karena emang harus kuliah di Semarang. Kan ngga mungkin kuliah di kampungku sendiri.  

Habis kuliah akhirnya pertarungan sesungguhnya. Merantaulah ke luar pulau. Samarinda, Kalimantan Timur. 2 tahun. Lumayan tuh disana dapet macem-macem. Dapet uang mahar, dapet biaya lahiran anak pertama, dapet pengalaman sebagai karyawan Indomaret, dapet pengalaman dibentak-bentak manager, dapet banyak lah pokoknya disana.

Sehabis istri melahirkan, resignlah aku. Balik lagi ke kampung halaman. Jadilah perangkat desa. Kurang lebih 2 tahun. Nah pas jadi perangkat desa ini aku juga tinggal pindah-pindah antar kecamatan. Soalnya aku ikut mertua di Karangkobar, tapi perangkat desanya ikut kecamatan kalibening.

2018, ikutlah aku tes CPNS. Diterimalah aku di Kementerian Agama. Ditempatkanlah di Kebumen. 2 tahun kurang lebih.

Kaya ketiban Durian Montong, tiba-tiba beberapa hari yang lalu dapet surat cinta dari Semarang. Dimutasilah aku Kembali ke Banjarnegara. Tempat baru lagi, ketemu orang-orang baru lagi, adaptasi lagi, dan tetek bengeknya. Tapi aku Bahagia. Kembali ke pangkuan ibu pertiwi, kota kecil nan menggemaskan ini, adalah harapanku sedari dulu. Walaupun aku udah kerja kemana-mana, Kembali ke Banjarnegara adalah harapan yang selalu tersimpan dalam hati.

Jadi intinya di tulisan ini aku mau bilang, “Jangan makan burung emprit nanti hidupnya pindah-pindah terus”, adalah sebuah kebohongan yang nyata.

Semoga di Banjarnegara ini bisa sampai pensiun lah ya. Capek banget pindah-pindah terus. Kaya hati seorang jomblo yang gonta ganti pasangan namun tak jua menemukan tambatan hatinya.

Hubungannya sama judul? Sangat erat hubungannya.

Di setiap kepindahanku pasti selalu ada “Shit”nya. Banyak banget. Yang pasti, CAPEK. Tapi mau gimana lagi. Wong kita Cuma wayang. mau gimanapun jalan kehidupan kita, ya terserah sang Dalang. Tetap bersyukur adalah kunci dari semua ini. Well, let me say…. EVERY SHIT HAPPEN, BUT …. LIFE MUST GO ON.

Dari rangkuman perjalanan hidupku ini, kayaknya ada sesuatu di balik 2 tahun. Hampir semua perjalanan karirku (cie karir 😀) selalu berpindah setelah 2 tahun. Majalengka 2 tahun, Samarinda 2 tahun, Kebumen 2 tahun. Apakah di Banjarnegara ini akan berpindah lagi setelah 2 tahun? Aku sendiri penasaran. Patut buat aku tunggu.

Oh iya satu lagi inti dari tulisan ini adalah….. Dulu di Samarinda aku sering dibentak-bentak manager. Namanya Pak Wayan. Dari Bali dong. Masa dari Jawa. Kalo dari Jawa namanya Wahyono. 😀

You May Also Like

1 komentar

  1. Life happens. Shit happens. And it happens a lot. To a lot of people, dialam bawah sadarku mengatakan bahwa bulumata yg jatuh itu krna ada yang rindu (another shit😅), tapi berusaha aq tepiskan #semua itu atas kehendak Allah

    BalasHapus