• Home
  • About
  • Daftar Isi
facebook twitter instagram Email

MASKASUM

Harimau Mati Meninggalkan Belang. Manusia mati meninggal kan?

Judul yang absurd. Kaya judul koran lampu merah.

Sore hari. Menjelang Maghrib. Keluarlah aku dari rumah teman setelah menyelesaikan beberapa urusanku disana. Baru sekitar dua menit naik motor, adzan Maghrib berkumandang. Akhirnya aku putuskan buat shalat Maghrib dulu di masjid terdekat (Kan ngga mungkin ke masjid terjauh. Keburu Shalatnya habis dong)

Aku parkir motorku dan langsung menuju tempat wudhu. Di tempat wudhu aku lihat beberapa anak kecil, sekitar lima anak kira-kira seumuran kelas 4 SD. Sambil wudhu mereka bercakap-cakap. Sambil menanggalkan jaket dan tas yang sedari tadi aku gendong, aku coba curi-curi dengar percakapan mereka. Karena biasanya anak-anak seumuran segitu, yang mereka perbincangkan itu hal-hal yang lucu yang cenderung konyol. Dan ternyata benar.

Entah tadinya mereka lagi ngomongin apa. Tapi pada intinya, mereka lagi ngomongin gimana caranya membuka sesuatu lewat HP pakai VPN. Aku langsung berbaik sangka dong. Kan ngga mungkin anak seumuran itu pakai VPN buat buka video itu (You know what I mean). Apa jangan-jangan mungkin saja? Ah mari kita berbaik sangka saja. Mungkin mereka pakai VPN buat bypass game yang diblokir. Karena memang setelah itu salah satu dari mereka ngomngin Jess No Limit, Youtuber yang duitnya Milyaran Cuma dari main game.

Ngomong-ngomong soal menghasilkan duit milyaran dari main game, kayaknya orang tua sekarang pasti sering berdebat sama anaknya soal main game.

Ibu :”Jess, kamu pagi siang malam kerjanya main hape doang. Emang ngga ada kerjaan lain? Mau jadi apa kamu?”

Anak :”Main game bu. Kadang buka Bigo live juga sih liat cewek-cewek seksi. Bentar doang tapi”

Ibu :”Halah. siang malam main game, emang main game bisa ngasilin duit apa? Anak istri kamu nanti mau dikasih makan apa?”

Lalu beberapa tahun kemudian si anak membawa uang segepok ke ibunya dan bilang kalo itu duit dari main game.

Anak : “Ini bu, uang Satu Milyar Dua Puluh Lima Ribu, hasil aku menang main game HP”

Lalu si ibu tersadar dan meminta maaf ke si anak.

“Maafkan ibu nak dulu sering memarahi kamu karena main game. Sekarang terserah kamu. Kamu udah besar bisa memutuskan mana yang terbaik. Ini ibu ada HP Samsung Galaxy Young keluaran tahun 1990. Kamu pakai aja buat main game. Biar penghasilan kamu semakin banyak”. Lalu si anak mimisan dan pingsan.

Ngomongin anak-anak jaman sekarang, emang ngga bisa lepas dari yang namanya gadget. Kalo pemerintah pernah bilang bahwa bayi sekarang udah melek IT, memang ada benarnya. Karena aku pun merasakannya. Anakku yang belum genap 2 tahun, udah bisa bedain mana segitiga, mana lingkaran, mana oval, mana persegi panjang, mana Saham yang bakal naik, mana saham yang bakal turun dan hal-hal lain yang bikin aku mikir “pintar sekali anakku. Sepertinya Einstein ngga sepintar anakku”. Pengetahuan-pengetahuan semacam itu dipelajari anakku hanya dari Gadget. Coba bandingin sama aku waktu umur 2 tahun. Kayaknya umur segitu yang aku tahu Cuma nenen nenen dan nenen. Mana nenen yang diolesin kunyit, mana yang ngga. Paling gitu doang. Wong masuk SD aja yang aku tahu Cuma Gobak sodor, petak umpet, paling pol main Tetris di Gamebot aja udah berasa anak paling pinter.

Gadget di masa kini memang bagaikan pisau bermata dua. Ada banyak sisi positifnya, tapi ada banyak sisi negatifnya juga. Mari kita bedah satu persatu negatif dan positifnya dari sudut pandangku.

Sisi positifnya. Anak-anak menjadi cepat berkembang pengetahuannya. Hal ini terjadi kalau gadget digunakan dengan baik, sebagaimana mestinya. Seperti anakku yang umurnya baru 2 tahun itu, pun begitu dengan anakku yang pertama. Di umur anakku yang belum genap 5 tahun, Divya udah tahu kalo Tirex itu berbahaya karena makanannya daging. Dia pernah bilang gini, ”Ayah, nanti kalo di sekolahan ketemu Tirex, ayah lari ya. Soalnya tirex kan Dinosaurus nakal. Suka makan daging. Nanti kalo ayah ngga lari, ayah dimakan. Kan nanti Divya sedih”. Dalam hatiku “Yaelah. Kalo Dinosaurus masih ada sampai sekarang, kamu juga ngga bakal ada. Udah habis semua manusia dimakan”. Masalah Divya belum tahu kalo Dinosaurus udah punah, kan itu urusan lain.

Coba bandingkan sama pengetahuanku pas 5 tahun. Paling pol yang aku tahu, 2 permen Milkita sama dengan segelas susu. Dari 2 kisah anakku tadi saja kayaknya udah bisa ngasih gambaran kalo gadget bisa bikin pengetahuan anak-anak begitu luas. Bahkan jauh melebihi umur mereka.

Nah sisi negatifnya, pasti kita udah tahu lah gimana pengaruh gadget ke anak-anak. Di berbagai media udah dibahas berbagai macam dampak buruk gadget untuk anak-anak. Kecanduan game, tidak ingat waktu, tidak ingat makan, tidak ingat belajar, tidak ingat utang, dan lain sebagainya.

Tapi buat aku yang masih belajar jadi orang tua yang bener dalam mengasuh anak, kunci sebenernya ada di pendampingan orang tua.

Orang tua sangat dibutuhkan dalam mendampingi anak bermain gadget. Orang tua harus aktif dalam membatasi anak dalam penggunaan gadget sehari-hari. Kapan mulai menggunakan, kapan harus berhenti, kapan harus bermain bersama teman-teman, kapan harus membangun negara, kapan harus membangun candi, kapan harus memangun piramida. Semua itu harus berjalan beriringan antara orang tua dan anak. Karena di masa modern seperti sekarang ini, yang mana teknologi menjadi sangat penting, penggunaan gadget pada anak memang tak bisa dihindari. Bahkan memang sudah menjadi kebutuhan. Untuk itu diperlukan kontrol yang ketat dari orang tua dalam mengawasi anak-anak dalam menggunakan gadget agar hal-hal buruk yang ditimbulkan dari penggunaan gadget bisa dihindari. Apalagi di gadget itu ada makhluk tak kasat mata bernama internet. internet itu, ada segudang hal baik, tapi ada segudang pula hal buruk. Untuk itu kontrol orang tua mutlak diperlukan.

Ngomong-ngomong soal anak-anak seumuran kelas 4 SD yang wudhu sambil ngomongin VPN, dijaman sekarang kayaknya udah ngga begitu aneh anak-anak ngobrolin kaya gituan. Lebih aneh kalo ada anak umuran segitu ngobrolnya begini.

Dimas:”Kok bisa ya Taliban menguasai Afghanistan? Kan di Afghanistan ada tentara yang dari pemerintah? Dan lagi ya. Di Afghanistan kan ada tentara Amerika yang jaga disitu juga buat bantuin ngelawan Taliban. Kok bisa sih yang menang  Taliban?”

Seto:”Alah kaya ngga tahu aja. Namanya juga politik. Noh lihat di negara Wakanda. Koruptor yang jelas-jelas bersalah aja kalo lagi masuk gedung KPK senyum-senyum aja ke kamera kaya ngga ada malunya”.

Vijay:”Kok kalian obrolannya berat? Lagian jawaban Seto ngawur. Ngga nyambung ama pertanyaan Dimas”

 

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar


Anak saya yang besar, Divya, beberapa hari ini sedang tergila-gila sekali dengan Boboiboy. Karakter kartun dari Negeri Jiran yang mempunyai kekuatan super yang didapatkan dari sebuah robot yang datang dari luar angkasa, yang dengan kekuatannya itu, Boboiboy dan kawan-kawannya berusaha melindungi bumi dari tokoh antagonis utama yaitu seekor alien berkepala kotak berwarna hijau bernama Adudu. Yang aneh, Adudu mengincar planet bumi dikarenakan ingin mendapatkan kekuatan yang bersumber dari cokelat. Iya. Cokelat. Cokelat yang untuk bahan minuman atau Silver Queen itu. Tidak terbayang bagaimana seandainya Soekarno hidup di planet Adudu. Karena beliau tinggal di bumi, beliau pernah pidato seperti ini, “Berikan aku sepuluh pemuda, maka akan aku goncangkan dunia.
 Kalau di planet Adudu, pasti kalimatnya akan menjadi seperti ini, “Berikan aku 10 karton cokelat, maka akan aku goncangkan tata surya”. Sangat tidak elegan diucapkan oleh seorang Soekarno. Geeeerrrrrrr. Komedi komedi komedi.

Kesukaan Divya kepada Boboiboy diawali ketika RTV, sebuah stasiun televisi swasta yang memang hampir setiap saat isinya acara anak-anak,  mulai menayangkan Boboiboy setiap hari, pagi dan malam. Karena kesukaanya itu, anak saya mulai terobsesi dengan salah satu karakter di kartun Boboiboy. Gopal. Karakter yang lucu, penakut, cerewet, nyeleneh, absurd, pokoknya Gopal ini karakter bagian lucunya di kartun Boboiboy. Gopal ini mempunyai kekuatan mengubah segala sesuatu menjadi makanan. Dengan kekuatan itu, Gopal dapat dengan mudah mengubah serangan-serangan musuh menjadi hanya sebuah lelucon tak berguna. Hal ini juga karena memang Gopal sangat suka makan. Bahkan ketika pulang dari luar angkasa setelah bertarung dengan musuh, Bapaknya yang ada didepannya tidak dihiarukan dan langsung lari karena ingin segera makan makanan ibunya di rumah. Sepertinya, sifat Gopal yang suka makan tidak jauh beda dengan saya.

Karena obsesi kepada Gopal itu, Divya berusaha membawa karakter Gopal ke dunia nyata. Kami, satu keluarga, sering sekali harus menjadi seperti Gopal. Sebagai gambaran, dalam kesehariannya Gopal selalu memakai semacam bandana untuk merapikan rambutnya. Karena hal itu, saya sering harus memakai ikat rambut yang dilingkarkan ke kepala supaya menjadi seperti Gopal. Begitu pula dengan istriku. Bahkan kakek dan neneknya. Baru saja tadi pagi saya harus memakai ikat rambut padahal mau pergi ke pasar. Mirip Gopal engga, kaya orang stress iya.  

FYI, saya juga sangat sangat sangat menyukai serial Boboiboy. Jauh lebih suka daripada serial Upin dan Ipin, apalagi serial Jeritan Hati Seorang Istri di Indosiar. Saya malah menyukai serial Boboiboy ini sudah sangat lama. Jauh sebelum anak saya mengenal Boboiboy. Kalau tidak salah ingat, waktu itu belum tayang di televisi, atau mungkin pernah tayang tapi bukan di RTV.

Sangkin Sukanya saya dengan serial Boboiboy, saya sampai download semua episode dari Youtube resminya Monsta, Publishernya Boboiboy, dari musim pertama sampai musim Boboiboy Galaxy. Dan itu dulu saya lakukan waktu masih menjadi perangkat desa. Seorang perangkat desa yang ganteng, berwibawa, mempesona, dengan setelan kekinya, yang cukup dipandang oleh warga desanya, ternyata serial favoritnya Boboiboy. Apa itu Money Heist? Apa itu Attack On Titan?

Dengan tayangnya serial Boboiboy di RTV, ini menjadi salah satu nostalgia indah saya. Membayangkan dulu ketika saya pusing sekali mengelola uang negara saat menjadi Bendahara desa, menonton Boboiboy adalah salah satu obat ampuh untuk mengembalikan energi positif.

Sekarang, gara-gara serial ini tayang di TV,  istri saya sering marah-marah karena saya sering ketawa ngakak sendiri melihat kelakuan Gopal, padahal anak saya yang kecil sedang nyungsruk di depan mata.

Coba kalo saya punya kekuatan seperti Gopal. Akan saya ubah omongan orang-orang menjadi makanan enak. Mereka yang ngoceh, kita yang gemuk.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Membesarkan anak adalah seni kehidupan yang luar biasa. Ada begitu banyak hal-hal baru yang tidak kita temui di kala hidup sendiri. Ada begitu banyak kejadian yang membuat kita harus mengernyitkan dahi, membuat kita tertawa terbahak-bahak, dan tentu saja ada hal yang membuat kita harus menangis dalam perjalanannya. Mari aku ajak pembaca untuk ikut merasakan  beberapa hal yang aku alami Ketika membesarkan anakku.

Anak pertamaku berumur 4 tahun. Aishwarya Divya Lituhayu Namanya. Luar biasa aktif, jarang sekali diam, dan cukup keras kepala kalo sudah kepengin sesuatu. Like father like son. Begitulah peribahasa yang sangat menggambarkan anak pertamaku ini. Karena konon, menurut penuturan ibuku, aku adalah orang yang kalau sudah kepengin sesuatu, harus segera terlaksanakan. Tidak boleh tidak. Pernah suatu ketika aku kepengin sekali makan ayam. Ibuku bilang “Oke. Besok ya. Ibu ke pasar dulu. Nanti sepulang dari pasar, ibu bawa ayam”. Beberapa saat setelah dijelaskan, aku malah naik ke lemari tempat menyimpan makanan, mencari-cari barangkali ayam sudah ada di lemari, dan membuat lemari roboh.

Ada banyak hal lain yang ibuku ceritakan mengenai keras kepalanya aku sewaktu kecil. Seperti disengat lebah padahal sudah dibilangin jangan dipegang, menggoda cewek yang ternyata adalah cowok Cuma gara-gara rambutnya Panjang, dan banyak hal absurd lain yang aku lakukan sewaktu kecil.

Seperti aku bilang tadi, like father like son. Begitu pun dengan Divya. Suatu ketika dia pengin banget bermain ke taman wisata baru yang ada di Banjarnegara.

Divya : “Yah, ada tempat wisata baru di Banjarnegara, pengin main kesana. Ada Teletubies raksasa, ada hewan-hewan raksasa, pokoknya bagus-bagus yah. Ayo kesana”.

Aku : “Ada janda-janda cantik raksasa ngga Mba?”

Divya : “Coba tanya gitu ke ibu!”

Aku : -Terdiam seribu Bahasa- ……………………….  “Ya udah. Kita kesana”.

Divya : “Ya udah ayo siap-siap. Ayah panasin dulu motornya. Kita berangkat”

Aku : “Jam berapa mba? Ini kan jam 7 malem. Mau kesana ngapain jam segini? Mau ronda?”

Begitulah seonggok contoh bagaimana Divya kalo sudah kepengin sesuatu.

Selain sifat “keras”nya itu, dia juga punya imajinasi yang cukup unik dibandingkan dengan anak-anak lain seusianya. Mari aku ceritakan.

Divya adalah anak rumahan sekali. Jarang sekali keluar rumah dan bermain dengan teman-temannya. Kalau orang dewasa mungkin disebutnya introvert. Teman pun Cuma punya beberapa biji. Kalau pun bermain dengan teman-temannya, mereka yang datang ke rumah.

Suatu ketika ada 2 teman Divya datang ke rumah. Namanya Askana dan Zara. Ceritanya mereka sedang bermain jual beli. Askana berperan sebagai pembeli dan Zara berperan sebagai penjual. Transaksi mereka terjadi di sebuah mall. Askana meminta Divya untuk berperan sebagai teman dan menemani Askana belanja di Mall. Dan tebak apa yang terjadi? Divya tidak mau menjadi teman dan memilih menjadi Dinosaurus. Dinosaurus yang berjalan-jalan di mall, menemani Askana belanja. Diperagakannya pula Gerakan Dinosaurus itu layaknya seekor Tirex. Alhasil, istri dan ibu mertuaku yang waktu itu sedang mendengarkan, tertawa terbahak-bahak sekaligus mangkel. “Divya, mana ada Dinosaurus jadi teman manusia, terus jalan-jalan di Mall sambil belanja?”, kata istriku menasehati.

“ya sudah aku jadi kucing saja. Menunggu Askana di luar mall”, jawab  Divya sambil memperagakan Gerakan kucing sedang menjilati bulu-bulu kakinya.

Share
Tweet
Pin
Share
1 komentar

Berpuluh tahun lalu, saya terlahir di sebuah desa kecil yang masih sangat terpencil. Sebut saja desa Sabrang. Selain bertani dan bercocok tanam, pekerjaan utama warga desa Sabrang adalah memelihara ternak. karena itu, hampir semua warga desa Sabrang mempunyai hewan ternak. Ada yang punya ayam, ada yang punya kelinci, marmot, kambing, domba, sapi, kerbau, anoa, ikan teri, ikan hiu, ikan lele, dan ikan ……… (kamu tahu yang saya maksud).

kenapa saya cerita soal ternak? karena saya mau menceritakan cerita yang cukup lucu tapi lumayan membuat malu, yang berhubungan dengan ternak.

Watu itu, saya lupa tepatnya tahun berapa. kalau tidak salah, saya masih kelas 4 atau 5 SD. Waktu itu saya masih sangat polos, tetapi aura tampan mempesona sudah terpancar. karena tampan dan mempesona memang bawaan bayi. Untung saya punya istri cantik. karena katanya laki-laki ganteng istrinya biasanya jelek. Laki-laki jelek biasanya istrinya cantik. Mungkin saya memang sebuah pengecualian. :D

kembali ke topik. Saya punya Budhe (kakak ibu saya). Saya biasa memanggil Uwa. Uwa saya ini punya kambing cukup banyak. Pada suatu hari di siang bolong, saya dan anaknya paman saya, entah kenapa tiba-tiba menawarkan diri untuk mencari makanan ambing. kami biasa menyebut kegiatan mencari makanan kambing dengan sebutan “ngarit”.

Uwa saya tahu bahwa hasil ngarit kami tidak seberapa dan tidak mungin cukup untuk pakan kambingnya. Tapi karena mungkin uwa ingin melatih kami bagaimana caranya ngarit yang baik dan benar sesuai Pancasila dan UUD 1945, maka saya dan sodara saya diijinkan untuk ngarit. Dengan syarat tidak usah jauh-jauh dari kampung Sabrang. Supaya tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. karena kami masih kecil-kecil.

Sesudah sarapan pagi yang cukup siang, kurang lebih jam 10 pagi kami berdua (saya dan anak paman saya) berangkatlah ke tempat tujuan ngarit. karena kami mau ngarit, tentu saja kami membawa alat untuk ngarit, yang disebut arit, dan juga tempat untuk menaruh rumput, yang terbuat dari bambu. Warga desa Sabrang menyebutnya Gandhek, atau Tomblok.

Bagi yang belum tahu, begini bentuk arit.

Begini bentuk gandhek

Begini bentu tomblok

Singkat cerita, tujuan kami ngarit adalah di sebelah selatan desa Sabrang yang disitu ada sungai besar, kami menyebutnya kalibombong. Di sepanjang tepi kalibombong memang banyak rumput-rumput hijau tak bertuan yang menjadi incaran kami.

Singkat cerita, tibalah kami di tepi  kalibombong dan langsung ngarit. Sekitar seperempat tomblok telah terisi. Lalu tiba-tiba kami berdua melihat rumput yang sangat hijau dan banyak. Sayangnya rumput itu berada di seberang sungai, yang artinya kalau kami ingin memotong rumput itu, kita harus menyeberangi kalibombong.

Terjadi perdebatan yang sengit antara saya dan anak paman saya, untuk memutusan kita benar-benar mau kesana atau tidak. Saya berpegang teguh bahwa kita tidak harus menyeberangi sungai karena kalau sampai hanyut, resikonya bisa fatal. Tetapi anak paman saya tetap bersikeras untuk menyeberangi sungai dengan alasan kalau dengan rumput itu saja, tomblok bisa langsung terisi penuh dan kita berdua bisa cepat pulang.

Perdebatan terus berlanjut dalam waktu lama. karena tak kunjung memperoleh kesepakatan, kita sampai memanggil ketua RT. ketua RT tidak sanggup untuk memutuskan. Akhirnya datanglah ketua RW. ketua RW pun tidak sanggup melerai kami. Akhirnya kesepakatan terjadi setelah datang Bapak Bupati dan Wakilnya. Diputuskanlah kami hakus menyeberangi kalibombong untuk mendapatkan rumput yang hijau dan banyak di seberang sungai itu.

Untuk menghindari basahnya baju kami, kami memutuskan untuk bertelanjang bulat dan menaruh baju kami di tomblok, baru kemudian dipakai lagi nanti di seberang sungai. Tadi saka juga sudah bercerita bahwa tomblok sudah terisi rumput kurang lebih seperempatnya. Celakanya, kami tidak memperhitungkan itu semua. Tubuh kami kan masih kecil kecil. Jadi ketika menyeberang sungai, separuh lebih tubuh kami masuk ke air, dan tomblok yang sudah berisi rumput dan baju mau tidak mau masuk ke air juga. Dan itulah sumber petakanya. Tomblok yang sudah terisi rumput dan juga terisi baju, harus menahan arus sungai yang kuat. Dan tangan kami tidak mungin menahan tomblok. karena kalau kami memaksa menahan, pasti kami hanyut. Alhasil mau tidak mau kami harus merelakan tomblok, arit, dan juga baju-baju kami hanyut di sungai.

Malang tak dapat dibendung, untung tak dapat diraih. Akhirnya kami memutuskan pulang ke rumah dan menceritakan kejadian tadi ke uwa kami. Tapi masih ada satu PR yang harus kami kerjaan. kami harus menutupi burung-burung kami yang lucu pakai apa? Terus nanti kalau berpapasan dengan warga lain muka kita mau ditaruh dimana? Aduh. mana burung-burung kami lagi lucu-lucunya.

Akhirnya tercetuslah ide untuk membungkus tubuh kami dengan daun pisang. Paling ngga burung-burung kami yang lucu bisa tertutupi lah. kita ambil 2 pelepah daun pisang dari kebun orang. Dan terselamatkanlah burung-burung kami dari tatapan orang-orang. Walaupun tetap saja kami tak bisa berkata apa-apa ketika ada orang bertanya “kuwe anu kepriwe maksude? Deneng dibungkus godhong gedang?”  

Dan selalu saya jawab “Iseng pak. Pengin ngerti rasane dadi lemper”.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Apa aku pernah cerita kalo dulu selepas SD pernah putus sekolah? iya. Aku yang sekarang ini jadi seorang guru nan tampan rupawan ini dulu pernah putus sekolah. dan putus sekolahnya itu ngga main-main. Lulus SD langsung putus sekolah. Sebuah ironi yang sangat menyakitkan pankreas dan kantung empedu, mengingat di SDku dulu, aku termasuk murid yang pintar. Kenapa kok sampai putus sekolah? Panjang ceritanya. Ngga sepanjang angan-angan saya yang pengin punya Honda HRV Prestige sih. Tapi pokoknya panjang lah ceritanya.

Jadi, sehabis kejadian putus sekolah itu, aku dan satu orang temanku yang sama-sama putus sekolah, merantau ke sebuah kota kecil di Jawa Barat bernama Majalengka. Tunggu tunggu. Kok ada temenku yang putus sekolah juga ya? Apa jangan-jangan putus sekolah sebenernya bukan hal istimewa di desaku? Jangan-jangan putus sekolah jadi sebuah passion buat masyarakat kampung kaya kami? Apa jangan-jangan pemerintah ngga hadir di situ? Ah sudahlah. Kita lanjut cerita aja.

Majalengka sebuah kota kecil di Jawa Barat, menjadi tujuan aku dan kawan aku buat merantau. Majalengka itu, diantara Sumedang, Cirebon, Indramayu, Kuningan. Kalo kalian sudah sampai di ujung Cirebon sebelah wetan, tanya aja sama warga yang lagi duduk-duduk di pinggir jalan. "Pak mau tanya, disini yang namanya Asep sama Ujang dimana?". Kalo jawabannya "Wah Asep sama Ujang ada dimana-mana pak", berarti kalian udah sampai di Majalengka.

Singkat cerita, aku tiba di rumah seorang bos, Distributor besar Jamu Nyonya Meneer. Tahu kan jamu legendaris produksi Ungaran Semarang yang di bungkusnya ada foto ibu-ibu yang tulisannya berdiri sejak 1919? Kalian pernah bayangin ngga, ada ibu-ibu berdiri dari tahun 1919? Gila bener. Laki-laki aja berdirinya paling lama 10 menit. Apa? Kalian bisa berdiri sejam? Kok punyaku bentar doang? Apaan sih?

FYI, perusahaanya sekarang udah pailit. Jadi intinya saya punya bos seorang distributor Jamu Nyonya Meneer yang cukup besar. Armadanya banyak, karyawannya banyak, rumahnya besar, dan peliharaanya banyak. Punya burung. Pasti lah. Kan laki-laki. Masa ngga punya burung? Aduh. kesitu lagi. Maksudku, peliharaannya banyak. Ada burung perkutut, burung kicauan, ayam, ikan, anjingnya macem-macem jenis, bahkan punya peliharaan simpanse sama orang utan. Nah, pekerjaanku salah satunya adalah ngasih makan hewan-hewan yang aku sebutkan tadi. Kecuali perkutut ya. Karena perkututnya bosku itu memang udah dikelola profesional dan punya karyawan kusus yang setiap hari merawat burung. Perkutut.

Pekerjaan pokok lainnya yaitu bersih-bersih rumah. Rumahnya itu gedenya luar biasa. Bukan cuma bangunan rumahnya aja yang gede sih. Tapi areanya itu yang nggilani. Jadi seluruh area rumah bosku itu dipagar tembok tinggi. Karena antara rumah bosku, kantor karyawan jamu, dan area hewan-hewan itu menjadi satu di dalam tembok tinggi itu. Jadi kalo udah mulai bersih-bersih, waktunya lama dan sangat melelahkan jiwa raga. Mana gajiku waktu itu aduh kalo diinget sekarang rasanya menyedihkan. Untung aja semua orang disana baiknya luar biasa. Mungkin karena kasihan juga lihat aku yang begitu polos, kecil, lucu menggemaskan sudah harus bekerja terpisah ratusan kilometer dengan keluarga.

BTW, bosku ada keturunan China Jawa, Nasrani. Jadi di dalam rumahnya ya banyak patung-patung Yesus, Bunda Maria gitu. Mulai dari yang kecil-kecil yang dipajang di lemari-lemari, sampai yang gede banget yang ada di dalam kamar tidur bosku.

Suatu hari aku lagi bersih-bersih ruang keluarga. Di dalam ruang keluarga itu ada lemari cukup besar dan ada patung Yesus dan Bunda Maria di lemari itu. Dasar aku yang memang dari kecil suka pethakilan, ndilalah aku ngga sengaja menjatuhkan patung Yesus dan hancur kira-kira jadi 3 bagian. Gila.Waktu itu takutnya bukan main. Sampai sekarang aja aku masih inget takutnya kaya gimana waktu itu. Untungnya bukan yang gede. Untungnya lagi, ngga ada siapapun disitu waktu itu. Tengok kanan kiri, aman. Aku kumpulin serpihan-serpihan patung Yesus itu, terus aku coba satukan kira-kira kalo dikasih lem Alteco masih bisa nyatu apa ngga. dan ternyata aku lihat kayaknya ngga kentara habis jatuh kalo disatuin pake lem Alteco. dengan secepat kilat aku beli lem yang kalo nempel di kulit sangat menyebalkan jiwa itu. Akhirnya patung Yesus menyatu lagi dan hasilnya juga ternyata lumayan.

Itu bener-bener kejadian yang ngga bakal aku lupain seumur hidup aku. karena waktu itu, kejadian itu adalah kejadian cukup mendebarkan sepanjang umur aku. FYI, aku Muslim yang Insyaallah sedikit paham dan memegang teguh Tauhid agamaku. Sekarang. Tapi waktu itu, waktu masih polos itu, tahun 2003 itu, apa kalian tahu yang paling aku pikirkan dan membuat aku takut? aku takut Yesus marah. :D
Share
Tweet
Pin
Share
1 komentar
Aku sudah menikah lebih kurang 4 tahun. Alhamdulillah dari pernikahan itu, aku dan istriku dikaruniai seorang anak perempuan yang sangat lucu (menurut saya :D ). Aku kasih nama Divya. Sebuah kebahagiaan yang tiada terkira mengingat aku dan istriku cukup lama menanti seorang buah hati.
Finally setelah 8 bulan mencoba berbagai gaya :D , akhirnya istriku hamil juga. Itupun melalui perjalanan yang amat panjang. Kita sampai keliling berbagai klinik di Samarinda. Mulai dari klinik Tong Fang, Klinik Bersalin, Sampai klinik tutup pun kita datangi.
Alhamdulillah di Samarinda ada satu klinik yang sangat bagus yang mendiagnosa kalo istriku memang ada masalah. Akhirnya setelah dua kali berobat, seminggu kemudian istriku hamil. Padahal dulu aku sempet berfikir, jangan-jangan punyaku, -sebut saja titit- bermasalah. Eh ternyata sebenernya aku sangat perkasa :D
Alhamdulillah, Divya sekarang sudah 2 tahun lebih. Dan lebih bersyukur lagi, aku dan isriku langsung dikasih kepercayaan sama Allah. Istriku hamil anak kedua. Nah kalo anak yang kedua ini, ngga pake gaya-gayaan. entah gimana ceritanya, tahu-tahu istri telat aja. Begitu ditest pack, eh beneran positif. Masa istriku hamil sama angin sih? Angin kan ngga punya titit :D . Saat tulisan ini dibuat, kandungan istriku sudah berumur 7 bulan. Gimana? Mantap kan hasil kerja "keras"ku? Mantap dong?
Divya ini anak yang luar biasa aktif. Kayaknya tiap detiknya ngga pernah dia lewati dengan diam. Pokoknya diamnya dia ya hanya kalo tidur. yang bikin aku agak was-was itu karena motorik kasarnya Divya ini agak lambat perkembangannya. Karena hal ini, cukup membuat aku dan istriku kerepotan. Jadi tiap detik aku dan istriku harus gantian melihat dia bermain-main. Karena kalo kita lalai sedikit saja, bisa-bisa kita lihat dia sudah jatuh.
Tapi dibalik -kekurang bagusan- perkembangan motorik kasarnya, menurut penilaianku Divya adalah bayi yang sangat cerdas. Bicaranya sudah jelas dibandingkan dengan anak-anak seumurannya. Divya juga sudah hapal hampir semua lagu anak-anak. Mulai dari lagu Selamat Ulang tahun yang dinyanyikan Trio Kwek Kwek, Bolo-Bolonya Tina Toon, Cita-Citaku punya Susan, Kesempurnaan Cinta punya Rizki Febian, Umbrella punya Rihanna dan lain-lain :D
Selain bicaranya yang sudah jelas dan hafal lagu-lagu anak-anak, Divya juga sudah mulai hafal dengan doa-doa dan hafalan-hafalan surat pendek. Diantaranya doa makan, doa tidur, doa makan sambil tidur, doa membangun rumah, membangun candi, membangun piramida dll. Yang lebih membanggakan, dengan umur segitu, dia juga sudah hafal Surat Al-Baqoroh. Ayat 1 :D
Membesarkan anak adalah hal seni yang luar biasa. Bahagia, marah, takut, kecewa, gembira, semua bercampur jadi satu. Bahagia karena memang membesarkan anak itu sangat membahagiakan. Marah karena kadang anak kita begitu "menjengkelkan", takut karena kita berfikir akan jadi apa anak kita kelak. Kecewa karena anak kita bertingkah tidak sesuai keinginan kita. Gembira karena tingkah lucu anak-kita yang kadang diluar dugaan kita.
Kita juga ditutuntut membentuk karakter anak menjadi anak yang baik. Selain itu kehabisan Pampers dan susu disaat ngga punya duit juga menjadi seni tersendiri. Pokoknya membesarkan anak itu campur aduk rasanya.
Namun Bahagia dan penuh cinta adalah hal terbesar yang kami rasakan. Disaat pulang, selepas penat bekerja, maka bermain dengan anak adalah obat yang sangat mujarab. Disaat ada masalah dalam hidup, melihat lucunya wajah anak kita, maka seketika masalah sementara terlupakan. Disaat kita gelisah memikirkan mantan, dan anak kita wajahnya mirip mantan, maka hati kita semakin gelisah :D
Untuk yang sudah menikah dan belum dikaruniai anak, saya doakan semoga secepatnya punya makhluk lucu dambaan kalian.
Buat yang jomblo dan membayangkan lucunya punya anak. Sadar woy. Nikah dulu baru punya anak. Halu aja bisanya. :D  
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Dilansir dari edukasi.kompas.com, Pendidikan formal terbaik saat ini dipegang negara Finlandia. Sudah beberapa tahun negara ini unggul atas Amerika dari segi literasi membaca, sains, dan matematika.

Dilansir dari laporan Big Think yang dipublikasikan World Economic Forum (WEF), sistem pendidikan Finlandia dapat berfungsi dengan baik karena strukturnya ditopang oleh beberapa prinsip utama: Pertama dan terpenting akses yang sama terhadap pendidikan dan siswa diberi kebebasan memilih jalur edukatif mereka berdasarkan minat dan bakat.
Lalu bagaimana dengan Pendidikan di Indonesia?

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Masih dalam suasana bulan penuh berkah, Ramadhan. Salah satu bulan istimewa bagi umat Islam. Segala keberkahan dan ampunan ada di bulan ini. Selain itu, di bulan ini Allah juga menjanjikan pengabulan doa. Salah satu doa orang yang tidak tertolak adalah doa orang yang berpuasa sampai dia berbuka (HR. Tirmidzi). So, sayang sekali kalo di bulan Ramadhan ini kita lewati tanpa doa sebanyak-banyaknya. Tentu saja doa yang baik-baik dong. Bagi kepala keluarga, mintalah agar keluarganya diberi keberkahan hidup. Bagi yang mau menikah, mintalah untuk dilancarkan pernikahannya. Bagi yang jomblo, mintalah kekuatan agar diberi kekuatan menghadapi pertanyaan “Kapan nikah” nanti pas silaturahmi lebaran, dan juga minta ampun atas segala sabun yang kalian bolongi. :D
Karena temanya masih Ramadhan, maka aku mau ngomongin peringatan Hari Kartini. Wuehehe
Baiklah, aku mau bahas kiat-kiat supaya kita kuat menjalani puasa. Aku udah berkunjung ke ribuan titik. Ada banyak sekali anak kecil yang kuat berpuasa sampai Maghrib, tapi kenapa justru tak sedikit orang dewasa yang tidak sanggup berpuasa. Saya merasa negara tidak hadir disini. Apa sih?
Tapi itu emang kenyataan yang miris. Di pasar-pasar, aku sering lihat gimana orang tua yang dengan nikmat makan mie ayam di siang hari tanpa rasa canggung sedikitpun. Yang paling bikin sebel itu kenapa kok makan ngga ngajak-ngajak aku? :D
Baiklah, mari kita mulai bahas tips-tips supaya kita kuat berpuasa.
Kuatkan Niat
Niat, mungkin kelihatan sepele karena adanya di dalam hati. Tapi bagi umat Muslim, niat adalah sangat penting. Sangkin pentingnya niat, Allah menjelaskan bahwa apa-apa itu tergantung niat. Bisa jadi puasa kita ngga kuat, karena niat kita ngga bener dan ngga kuat. So, mari kuatkan niat puasa kita untuk benar-benar mengharap pahala dan Ridho Allah, bukan karena yang lain.
Contohlah para jomblo. Niat mereka begitu kuat untuk menikah walaupun begitu sering mereka gagal di tengah jalan. Minimal niat mereka sudah bener.
Sering Datang Ke Kajian Ilmu
Tentu saja biasanya kajian ilmu adanya di masjid-masjid. AWAS! Jangan salah masuk. Microphonnya emang sama. Tapi kalo begitu masuk kamu lihat banyak lampu kelap-kelip muter-muter berwarna-warni, ada layar TV gede, apalagi ada cewek seksi disitu, itu Room Karaoke namanya. Memang microponnya sama. Tapi jangan salah masuk. Kalo di masjid banyak pahala, kalau room karaoke banyak pahanya. Berbahaya.
Ngga Usah Ngabuburit di Jalan-Jalan
Ngabuburit itu Bahasa Sunda ya. Artinya kurang lebih jalan-jalan sore untuk menghabiskan waktu dan menunggu waktu berbuka .CMIIW. Iya kalo ngabuburitnya di masjid. Sambil ngaji, sambil dzikir. Lah umumnya ngabuburit kan di jalan-jalan. Nah ngabuburit di jalan-jalan tuh kan lengkap banget. Ada ibu-ibu, ada bayi, ada anak-anak, ada bapak-bapak, ada alay-alay, ada ibu bawa anak-anak, ada bapak bawa ibu-ibu, ada Bapak bawa anak-anak, ada ibu bawa alay-alay, ada alay bawa anak-anak, ada bayi bawa bapak-bapak, argghhhhhh banyak pokoknya.
Celakanya, kalo ngabuburit di jalan-jalan tuh banyak banget gadis-gadis milenial seksi yang brengsek ngga tau diuntung. Udah tahu ini bulan puasa, tapi masih aja jalan-jalan pake hotpants. Lah aku sebagai papah muda yang jiwanya sedang bergejolak, ya tentu saja tertarik sekali dengan hal-hal kaya gitu. Aku aja yang udah punya istri masih gitu, gimana para jomblo yang terbiasa dengan fantasi liarnya? Aduh berbahaya.
Banyak Membaca Artikel-Artikel Positif
Sudahi stalking akun lambe turah, lambe nyinyir, dan lambe-lambe lainnya. Beralihlah ke rumaysho.com, nu online, dan sejenisnya. Supaya puasa kita ngga rusak dan tambah pahala. Buat para jomblo, yang biasa pake VPN atau proksi gratisan demi bisa mengakses situs favorit kalian (YKWIM), hentikan sekarang juga. Fokuslah beribadah dan berdoa. Ingat, biaya nikah sekarang ngga masuk diakal.
Jangan jadi warga negara Islandia
Ini penting banget. Di Islandia, berbuka dan sahur hampir bareng. Jadi kalo berbuka puasa tuh, jeda sebentar langsung makan sahur. Karena puasanya lebih dari 20 jam. Mantap ngga tuh? Jadi, buat yang rencana mau pindah ke Islandia, mending kalian pikir-pikir dulu. Apalagi buat yang gampang tumbang kalo berpuasa.
Demikian tips-tips biar puasa makin kuat. Semoga bermanfaat. See you.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Selain karena sinetron Tukang Bubur Naik Haji yang sudah tamat, nampaknya aku harus bersyukur karena sejak tanggal 18 Januari kemarin, aku resmi menjadi seorang ayah. Tapi tahukah kalian bahwa dengan berakhirnya sinetron yang aku sebutkan tadi, berakhir juga prahara-prahara rumah tangga yang terjadi karena perebutan remot tivi antara anak dan orang tua? Ini sinetron emang gila. Kalo diibaratkan sempak, ini adalah sempak yang bener-bener sudah bolong-bolong yang wajib untuk dibuang. Bikin muak, asem, kecut, kendor, dan tentu saja bolong. Bayangin aja, Cinta Fitri yang episodenya 1000 lebih, menghabiskan 7 season. Tukang bubur naik haji, 2000 episode lebih ngga pake season2an. Halah malah ngelantur ngomongin Tukang Bubur.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
“Papah, pengin banget makan sate”, ujar sang istri. “Tapi ini kan udah jam 12 malem mah, mana ada tukang sate yang masih jualan?”, jawab sang suami. “Tapi ini dedek kita yang mau”, balas sang istri sambil mengelus-elus perutnya yang hamil itu. Lalu seketika sang suami mengambil HP dan googling untuk menemukan warung sate yang buka 24 jam. Sejurus kemudian suami itu berpamitan untuk membeli sate yang dimaksud. Ternyata jaraknya kurang lebih 45 menit dari rumahnya dengan ditempuh menggunakan sepeda motor dengan kecepatan rata-rata 100 km per jam.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Akhir 2018 menjadi tonggak sejarah baru dalam hidupku. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, aku lolos tes CPNS tahun 2018. Ini adalah kali pertama aku mendaftar dan Alhamdulillah Allah langsung mengijinkan aku lolos. Sebuah anugerah yang tiada terkira. Mengingat, ada ribuan bahkan jutaan orang yang berkali-kali mendaftar CPNS dan selalu gagal.


Aku bukan sedang menyombongkan diri. Aku mah apa atuh? dibandingkan dengan kekuasaan Tuhan yang maha luas, aku mah cuma butiran debu yang jatuh dan tak bisa bangkit lagi. Aku cuma lagi pengin sharing. Siapa tahu lewat ceritaku ini, ada sedikit inspirasi yang bisa kita jadiin pelajaran.


Gimana sih kok aku bisa lolos CPNS? Apa sih rahasia suksesnya? Dan ada cerita apa aja dalam perjalananku menuju CPNS 2018? Kuy lah kita baca sampai habis ceritaku ini.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Hy yang disana! Welcome

About Me

Selamat datang di warung sederhana saya. Happy reading

Medsos Saya

  • facebook
  • twitter
  • instagram

Paling Populer

    Every Shit Happen, But ….
    WONG JAWA ILANG JAWANE
    Inikah Kisah Cinta Paling Heboh Melebihi Dilan dan Milea? (Part 1)

Kategori

  • Absurd
  • Adventure
  • Curhat
  • Diary
  • Family
  • Horor
  • Inspirasi
  • Lucu
  • My Life
  • Pernikahan
  • Ramadhan

Tulisan Lainnya

  • ▼  2021 (11)
    • ▼  September (1)
      • TENTANG GADGET DAN ANAK KELAS 4 SD YANG LAGI WUDHU...
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Januari (8)
  • ►  2020 (8)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Mei (3)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2019 (15)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (8)
    • ►  Februari (3)

Hit

MASKASUM.COM BERDIRI SEJAK 2019. "CAPEK BANGET DONG" | Theme by MASKASUM.COM