CPNS 2018-ku. Dari Kecelakaan Parah Sampai Lulus CPNS

by - Februari 20, 2019

Akhir 2018 menjadi tonggak sejarah baru dalam hidupku. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, aku lolos tes CPNS tahun 2018. Ini adalah kali pertama aku mendaftar dan Alhamdulillah Allah langsung mengijinkan aku lolos. Sebuah anugerah yang tiada terkira. Mengingat, ada ribuan bahkan jutaan orang yang berkali-kali mendaftar CPNS dan selalu gagal.


Aku bukan sedang menyombongkan diri. Aku mah apa atuh? dibandingkan dengan kekuasaan Tuhan yang maha luas, aku mah cuma butiran debu yang jatuh dan tak bisa bangkit lagi. Aku cuma lagi pengin sharing. Siapa tahu lewat ceritaku ini, ada sedikit inspirasi yang bisa kita jadiin pelajaran.


Gimana sih kok aku bisa lolos CPNS? Apa sih rahasia suksesnya? Dan ada cerita apa aja dalam perjalananku menuju CPNS 2018? Kuy lah kita baca sampai habis ceritaku ini.

Sebelum lanjut ke cerita gimana aku ikut tes CPNS 2018 ini, aku mau flashback dulu ya. Siapkan tisu. Ini cukup menyedihkan. (Halah Lebay). Flashbacknya banyak yang aku skip karena kalo diceritain semua, bisa-bisa kalah J.K Rowling.



30 tahun yang lalu, aku lahir di keluarga yang cukup berada (Aku udah tua). Bahkan dibandingkan dengan orang sekampungku, aku termasuk jajaran keluarga terkaya disana. Kalo kampungku diibaratkan Indoensia, keluargaku itu keluarga Cendana. Wehehehe. Tapi, itu sebelum negara api menyerang. Setelah negara api menyerang, akhirnya keluargaku bagaikan nasi bungkus putus karetnya. Ambyar. Singkat cerita, bahkan untuk melanjutkan SMP pun aku harus berhenti 2 tahun dulu. Iya. Begitu lulus SD, aku ngga bisa ngelanjutin sekolah. Terus aku ngapain? Aku kudu bekerja merantau di sebuah kota kecil di Jawa Barat. Kalian bisa bayangkan ngga? Seorang anak kecil, lucu, imut, mempesona, tampan, kok harus menanggung beban yang ngga enak banget? 2 tahun loh aku kerja mulai dari mbrojol SD.


FYI, di sela-sela waktu sebelum aku kerja di Jawa Barat, aku terbiasa dengan pekerjaan-pekerjaan yang lazimnya orang kampung kerjakan. Aku pernah mencangkul sawah, ternak kambing (ngarit), cari kayu bakar, bangun rumah orang, bangun candi, bangun piramida dan kerjaan berat lainnya. Di masa depan, sebelum aku jadi mahasiswa, aku juga pernah jadi kuli bangunan di Jakarta.


Singkat cerita, untuk masuk SMP pun karena waktu itu ada guru SMP yang door to door mendata siswa yang putus sekolah. Waktu itu Alhamdulillah di SMPku ada beasiswa apa namanya aku lupa. Pokoknya beasiswanya itu, sekolah ngga bayar plus dikasih semua perlengkapan sekolah mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Dari Topi, sampai sepatu. Dari buku tulis sampai penghapus. Dari pakaian luar sampai pakaian dalam. Dari celana luar, sampai celana luarnya lagi . Kejadian yang selalu aku inget tuh ya, kalo lagi upacara. Kan awal-awal aku sekolah, belum pakai seragam sekolah (iya lah. Bisa sekolah aja syukur). Kalo ngomong fisik, aku harusnya udah kelas 3. Jadi aku di barisan kelas 1 itu paling gede. Ngga pakai seragam, ngga pakai sepatu, beda sendiri, jadi pusat perhatian (emang dasarnya agak tampan sih. ). Bayangin lah gimana kalo kalian jadi aku?


Alhamdulillah, nilai akademikku selalu bagus diatas rata-rata temen-temenku. Waktu SD, ranking 2 saja udah bisa bikin aku mandi di bawah shower seharian sambal nangis karena galau. Oke ini lebay
3 tahun berlalu, aku jadi lulusan terbaik di SMPku. Yang akhirnya karena itu pulalah aku bisa masuk di SMA yang menggratiskan semester pertama bagi lulusan terbaik di SMP-SMP sekitar SMA itu.

Alhamdulillah aku bisa melanjutkan sekolah sampai SMA, dimana dikampungku pada jaman itu, aku satu-satunya orang yang bisa meneruskan sekolah sampai SMA. Itupun karena selama SMA aku hidup menumpang di rumah saudara yang dengan ikhlas membiayai sekolahku.


3 tahun berlalu, aku jadi lulusan terbaik se SMA. Ngga usah ditanya pada waktu itu berapa cewek yang berusaha jadi pacar aku. Oke ini lebay lagi.


Singkat cerita, aku bisa melanjutkan pendidikanku sampai kuliah dengan program Bidikmisi yang mana dari awal kuliah sampai dengan selesai, kita dibebaskan dari biaya apapun. Dan setiap bulan dikasih uang saku. Aku angkatan pertama lho. TOP banget kan pemerintah??? Thank you pemerintah. Aku cinta pemerintah. Hiya hiya hiya (Nada Muslim Choky). Walaupun, kalo duit belum cair berbulan-bulan, Cuma bisa makan remukan Indomie mentah dicampur bumbu. Dan itu adalah anugerah terindah dari Tuhan.


Singkatnya, alhamdulillah aku lulus kuliah tahun 2014 dari Prodi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer di Universitas Negeri Semarang dengan nilai yang cukup memuaskan. Walaupun target untuk cumlaude selalu meleset, bisa mengenyam bangku kuliah adalah benar-benar mimpi yang jadi nyata. Dan lagi-lagi, aku adalah orang pertama di kampungku yang bisa mengeyam Pendidikan sampai kuliah.


Ndilalah, bagaikan petir menyambar, entah ini bencana, atau azab, atau ujian, karena dampak Kurikulum 2013, pelajaran TIK dihapuskan dari SMP dan SMA. Ditambah lagi, tahun 2015 ada moratorium pengangkatan CPNS selama 5 tahun. Kebayang kan gimana rasanya jadi kami lulusan PTIK?


Baiklah, segitu saja dulu opening yang malah meleber kemana-mana. Kita lanjut ke cerita aku mendaftar CPNS hingga lulus kaya sekarang.


Alhamdulillah, 2018 dibuka kembali perekrutan CPNS. Ini jadi perekrutan dengan jumlah pendaftar terbanyak sepanjang sejarah. Bayangin. Ada 4 juta orang lebih yang mendaftar. Pendaftar segitu, kalo semua kencing bareng-bareng, banjir pulau Jawa.


Singkat cerita aku mendaftar di Kementerian Agama Kantor Wilayah Jawa Tengah. Kenapa aku daftar di Kemenag? Ini termasuk strategi. Yang mana di Kemenag itu formasinya per Kanwil bukan langsung per satuan kerja kaya yang lain. Jadi jumlah formasinya banyak. Pahit-pahitnya nilainya jelek, masih ada harapan untuk ikut masuk ke tahap ketiga yaitu SKB. Karena di SKB kan 3X formasi. Jadi kemungkinan untuk lanjut ke SKB itu besar.


Alhamdulillah aku lolos tahap pertama, yaitu tahap seleksi berkas. yang mana kalo lolos tahap seleksi berkas, berhak lanjut ke tahap SKD yang dilaksanakan di Kodam Diponegoro Semarang.


Perjuangan aku untuk tes SKD adalah perjuangan terberat dan berdarah-darah. Yup. Berdarah-darah dalam arti sebenarnya. Waktu itu aku berangkat sehari sebelum tes SKD dilaksanakan. Niatnya, biar bisa santai dulu di Semarang di rumah saudara. Sekaligus cek tempat karena memang aku belum tahu persis tempat tesnya dimana. Singkat cerita, baru saja kurang lebih 10 menit perjalanan menggunakan motor, aku kecelakaan parah. Punggung kakiku bolong, dengkulku dua-duanya luka parah. 

Alhamdulillah nenekku ngga kenapa-kenapa. Kan nenekku ngga ikut. Dirumah dong dia. Hehehe.

Singkat cerita, jangankan buat jalan. Wong kaki ditekuk aja udah bisa bikin aku yang tampan ini menangis. Tapi, karena tekadku yang sudah bulat untuk ikut tes SKD, rasa sakit itu aku buang jauh-jauh. karena aku tahu, sesakit-sakitnya fisik, masih sakit ditinggal kekasih pas lagi sayang-sayangnya. Hehehe.


Akhirnya, aku memutuskan pulang dulu kerumah buat bersihin luka dan istirahat. Sesampai dirumah, istriku langsung nangis karena lihat Lukaku yang memang parah banget. Dengan penuh cinta dan kasih sayang, dia bersihkan semua luka di kakiku, dilanjut dengan perban. Setelah semua selesai, aku memutuskan melanjutkan perjalanan ke Semarang. Sungguh sebenarnya aku pengin banget tidur, istirahat, dan melupakan semua tentang tes CPNS. Tapi aku berfikir, kalau aku berangkat tes, kemungkinan aku untuk lulus pasti ada. Tapi kalau aku menyerah dengan semua rasa sakit ini, maka sudah pasti kegagalan yang aku dapat. Akhirnya, aku memaksakan diri berangkat. SENDIRIAN. NAIK MOTOR LAGI. Sepanjang jalan, rasanya mau nangis menahan sakit. Apalagi, kalau ketemu lampu merah. Kan kaki harus turun tuh. Itu bener-bener lebih menyakitkan daripada diselingkuhin pacar.


Singkat cerita, keesokan harinya aku ikut SKD dengan tanpa alas kaki. Karena memang ngga mungkin dipakaikan alas kaki. Alhamdulillah panitia Kemenag benar-benar baik hati. Mereka paham dengan keadaanku. Dan hebatnya lagi, untuk peserta yang sakit dan hamil, diberikan jalur khusus dan tak perlu menunggu bareng-bareng dengan peserta lain. Jadi, kita itu semacam tamu VIP.

Alhamdulillah, setelah melewati rasa sakit yang luar biasa dan soal yang sulitnya luar biasa juga, aku bisa lolos Passing Grade SKD. FYI, lolos Passing Grade SKD di seleksi CPNS 2018 itu kaya udah lolos CPNS. Bayangin, dari sekian juta orang, yang lolos Passing Grade Cuma 3%. Benar-benar luar biasa emang seleksi CPNS 2018. FYI, di formasiku, Guru TIK Ahli Pertama, total pendaftar 800-an orang. Dan yang dibutuhkan 31 orang.


Skip. Setelah ditunggu kurang lebih satu bulan, akirnya hasil SKD yang ditunggu-tunggu dating juga. Alhamdulillah puji Tuhan, aku bisa ranking 7 dari total lolos Passing Grade 24 peserta. Itu artinya, aku bisa lanjut ke tahap yang paling menentukan, yaitu SKB. Kenapa menentukan? Karena bobot dari SKB adalah 60% yang mana SKD hanya berbobot 40%. Yang artinya, perbedaan nilai sedikit saja, amat sangat berarti karena bobotnya besar.


Tes SKB diadakan selama 2 hari di MAN 1 Semarang. Hari pertama, serentak seluruh peserta mengerjakan soal Psikotes kemudian dilanjutkan di hari kedua yaitu tes Wawancara dan Praktik Kerja. Alhamdulillah aku bisa menjalani semua tes itu dengan lancar. Yah walaupun ada beberapa part yang memang harus aku tingkatkan. Alhamdulillah semua tim penilai bertindak professional. Dan kerennya lagi, beliau-beliau memberitahukan apa saja bagian-bagian dari kompetensi tes wawancara dan praktek kerja yang harus aku tingkatkan. Itu semua untuk kebaikan peserta untuk bekal di kemudian hari, baik kalo nanti lolos CPNS maupun tidak.


Skip. Setelah kurang lebih satu bulan menunggu, akhirnya hasil integrasi tes SKD dan SKB diumumkan. Ini adalah hasil akhir yang menentukan kita lolos atau tidak ke tahap selanjutnya yaitu tahap pemberkasan. Alhamdulillah, namaku ada di urutan kedua di Formasiku. Sampai sekarang rasanya masih seperti mimpi namaku bisa ada di ranking kedua se Jawa Tengah di formasi Guru TIK.

Akhirnya, aku berpesan kepada semua pejuang-pejuang kehidupan, Pertama, Jangan pernah kita kubur mimpi-mimpi kita. Pegang teguh dan tetap tanamkan dalam hati dan kehidupan kita. Karena dengan mimpi-mimpi itulah kita dapat berjuang dengan pantang menyerah. Tetap berusaha, tetap bermimpi, karena kita tidak tahu kapan Tuhan akan mengabulkan mimpi-mimpi kita. Kalau kata Nidji, “Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan dunia, berlarilah tanpa Lelah, sampai kita meraihnya” (Siapa yang baca sambil nyanyi?).


Pesan Kedua, selalu libatkan Tuhan dalam setiap mimpi kita. Karena kita hanyalah makhluk lemah dan tak berdaya yang tak mungkin meraih mimpi-mimpi kita tanpa campur tanganNya. Percayalah, apapun yang terjadi pada kita, baik itu yang kita anggap baik maupun buruk, semua karena kehendakNya dan semua sudah tertulis jauh sebelum kita dilahirkan ke dunia ini. Lalu untuk apa kita berdoa? Untuk apa kita berusaha kalo semua sudah kehendakNya? Karena Doa Bisa Mengubah Takdir. Allah sendiri yang menyuruh kita berdoa. Dan Allah pula lah yang menjamin doa kita akan dikabulkan. Dan Rasul Muhammad SAW juga berdoa “Jauhkan hamba dari buruknya takdir”. So, Keep praying till we die.


Pesan Ketiga, tetaplah berbuat baik. Karena perbuatan baik yang kita tanam pasti akan dikembalikan kepada kita dalam bentuk kebaikan pula, entah secara langsung maupun pada suatu saat nanti.


Waduh, malah jadi kaya ustadz.


Anyway, begitulah cerita Panjang lebarku tentang tes CPNS yang aku rasakan. Sorry kalo banyak ngelantur. Semoga ada manfaat yang bisa kita petik (Mangga kali dipetik). Sekarang saatnya aku menunggu lagi untuk tahap terakhir yaitu………………….. NIP dan penempatan. Aku berharap sih yang deket-deket aja lah penempatannya. Tapi mengingat aku pernah bikin surat pernyataan bersedia ditempatkan dimana saja, ya udah lah ya. Dimana saja yang penting berkah. Toh itu juga insyaallah yang terbaik dari Allah.

Sekian, tetap semangat, dan tetap tebarkan kebaikan dimana saja dan kapan saja.


KEMENAG? IKHLAS BERAMAL

You May Also Like

0 komentar