Aku bukan sedang menyombongkan diri. Aku mah apa atuh? dibandingkan
dengan kekuasaan Tuhan yang maha luas, aku mah cuma butiran debu yang
jatuh dan tak bisa bangkit lagi. Aku cuma lagi pengin sharing. Siapa
tahu lewat ceritaku ini, ada sedikit inspirasi yang bisa kita jadiin
pelajaran.
Gimana sih kok aku bisa lolos CPNS? Apa sih rahasia suksesnya? Dan
ada cerita apa aja dalam perjalananku menuju CPNS 2018? Kuy lah kita
baca sampai habis ceritaku ini.
Sebelum lanjut ke cerita gimana aku ikut tes CPNS 2018 ini, aku mau flashback dulu ya. Siapkan tisu. Ini cukup menyedihkan. (Halah Lebay). Flashbacknya banyak yang aku skip karena kalo diceritain semua, bisa-bisa kalah J.K Rowling.
30 tahun yang lalu, aku lahir di keluarga yang cukup berada (Aku udah
tua). Bahkan dibandingkan dengan orang sekampungku, aku termasuk
jajaran keluarga terkaya disana. Kalo kampungku diibaratkan Indoensia,
keluargaku itu keluarga Cendana. Wehehehe. Tapi, itu sebelum negara api
menyerang. Setelah negara api menyerang, akhirnya keluargaku bagaikan
nasi bungkus putus karetnya. Ambyar. Singkat cerita, bahkan untuk
melanjutkan SMP pun aku harus berhenti 2 tahun dulu. Iya. Begitu lulus
SD, aku ngga bisa ngelanjutin sekolah. Terus aku ngapain? Aku kudu
bekerja merantau di sebuah kota kecil di Jawa Barat. Kalian bisa
bayangkan ngga? Seorang anak kecil, lucu, imut, mempesona, tampan, kok
harus menanggung beban yang ngga enak banget? 2 tahun loh aku kerja
mulai dari mbrojol SD.
FYI, di sela-sela waktu sebelum aku kerja di Jawa Barat, aku terbiasa
dengan pekerjaan-pekerjaan yang lazimnya orang kampung kerjakan. Aku
pernah mencangkul sawah, ternak kambing (ngarit), cari kayu bakar,
bangun rumah orang, bangun candi, bangun piramida dan kerjaan berat
lainnya. Di masa depan, sebelum aku jadi mahasiswa, aku juga pernah jadi
kuli bangunan di Jakarta.
Singkat cerita, untuk masuk SMP pun karena waktu itu ada guru SMP
yang door to door mendata siswa yang putus sekolah. Waktu itu
Alhamdulillah di SMPku ada beasiswa apa namanya aku lupa. Pokoknya
beasiswanya itu, sekolah ngga bayar plus dikasih semua perlengkapan
sekolah mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Dari Topi, sampai
sepatu. Dari buku tulis sampai penghapus. Dari pakaian luar sampai
pakaian dalam. Dari celana luar, sampai celana luarnya lagi . Kejadian yang selalu aku inget tuh ya, kalo lagi upacara. Kan
awal-awal aku sekolah, belum pakai seragam sekolah (iya lah. Bisa
sekolah aja syukur). Kalo ngomong fisik, aku harusnya udah kelas 3. Jadi
aku di barisan kelas 1 itu paling gede. Ngga pakai seragam, ngga pakai
sepatu, beda sendiri, jadi pusat perhatian (emang dasarnya agak tampan
sih. ). Bayangin lah gimana kalo kalian jadi aku?
Alhamdulillah, nilai akademikku selalu bagus diatas rata-rata
temen-temenku. Waktu SD, ranking 2 saja udah bisa bikin aku mandi di
bawah shower seharian sambal nangis karena galau. Oke ini lebay
3 tahun berlalu, aku jadi lulusan terbaik di SMPku. Yang akhirnya karena itu pulalah aku bisa masuk di SMA yang menggratiskan semester pertama bagi lulusan terbaik di SMP-SMP sekitar SMA itu.
3 tahun berlalu, aku jadi lulusan terbaik di SMPku. Yang akhirnya karena itu pulalah aku bisa masuk di SMA yang menggratiskan semester pertama bagi lulusan terbaik di SMP-SMP sekitar SMA itu.
Alhamdulillah aku bisa melanjutkan sekolah sampai SMA, dimana
dikampungku pada jaman itu, aku satu-satunya orang yang bisa meneruskan
sekolah sampai SMA. Itupun karena selama SMA aku hidup menumpang di
rumah saudara yang dengan ikhlas membiayai sekolahku.
3 tahun berlalu, aku jadi lulusan terbaik se SMA. Ngga usah ditanya
pada waktu itu berapa cewek yang berusaha jadi pacar aku. Oke ini lebay
lagi.
Singkat cerita, aku bisa melanjutkan pendidikanku sampai kuliah
dengan program Bidikmisi yang mana dari awal kuliah sampai dengan
selesai, kita dibebaskan dari biaya apapun. Dan setiap bulan dikasih
uang saku. Aku angkatan pertama lho. TOP banget kan pemerintah??? Thank
you pemerintah. Aku cinta pemerintah. Hiya hiya hiya (Nada Muslim
Choky). Walaupun, kalo duit belum cair berbulan-bulan, Cuma bisa makan
remukan Indomie mentah dicampur bumbu. Dan itu adalah anugerah terindah
dari Tuhan.
Singkatnya, alhamdulillah aku lulus kuliah tahun 2014 dari Prodi
Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer di Universitas Negeri
Semarang dengan nilai yang cukup memuaskan. Walaupun target untuk
cumlaude selalu meleset, bisa mengenyam bangku kuliah adalah benar-benar
mimpi yang jadi nyata. Dan lagi-lagi, aku adalah orang pertama di
kampungku yang bisa mengeyam Pendidikan sampai kuliah.
Ndilalah, bagaikan petir menyambar, entah ini bencana, atau azab,
atau ujian, karena dampak Kurikulum 2013, pelajaran TIK dihapuskan dari
SMP dan SMA. Ditambah lagi, tahun 2015 ada moratorium pengangkatan CPNS
selama 5 tahun. Kebayang kan gimana rasanya jadi kami lulusan PTIK?
Baiklah, segitu saja dulu opening yang malah meleber kemana-mana.
Kita lanjut ke cerita aku mendaftar CPNS hingga lulus kaya sekarang.
Alhamdulillah, 2018 dibuka kembali perekrutan CPNS. Ini jadi
perekrutan dengan jumlah pendaftar terbanyak sepanjang sejarah.
Bayangin. Ada 4 juta orang lebih yang mendaftar. Pendaftar segitu, kalo
semua kencing bareng-bareng, banjir pulau Jawa.
Singkat cerita aku mendaftar di Kementerian Agama Kantor Wilayah Jawa
Tengah. Kenapa aku daftar di Kemenag? Ini termasuk strategi. Yang mana
di Kemenag itu formasinya per Kanwil bukan langsung per satuan kerja
kaya yang lain. Jadi jumlah formasinya banyak. Pahit-pahitnya nilainya
jelek, masih ada harapan untuk ikut masuk ke tahap ketiga yaitu SKB.
Karena di SKB kan 3X formasi. Jadi kemungkinan untuk lanjut ke SKB itu
besar.
Alhamdulillah aku lolos tahap pertama, yaitu tahap seleksi berkas.
yang mana kalo lolos tahap seleksi berkas, berhak lanjut ke tahap SKD
yang dilaksanakan di Kodam Diponegoro Semarang.
Perjuangan aku untuk tes SKD adalah perjuangan terberat dan
berdarah-darah. Yup. Berdarah-darah dalam arti sebenarnya. Waktu itu aku
berangkat sehari sebelum tes SKD dilaksanakan. Niatnya, biar bisa
santai dulu di Semarang di rumah saudara. Sekaligus cek tempat karena
memang aku belum tahu persis tempat tesnya dimana. Singkat cerita, baru
saja kurang lebih 10 menit perjalanan menggunakan motor, aku kecelakaan
parah. Punggung kakiku bolong, dengkulku dua-duanya luka parah.
Alhamdulillah nenekku ngga kenapa-kenapa. Kan nenekku ngga ikut. Dirumah
dong dia. Hehehe.
Singkat cerita, jangankan buat jalan. Wong kaki ditekuk aja udah bisa
bikin aku yang tampan ini menangis. Tapi, karena tekadku yang sudah
bulat untuk ikut tes SKD, rasa sakit itu aku buang jauh-jauh. karena aku
tahu, sesakit-sakitnya fisik, masih sakit ditinggal kekasih pas lagi
sayang-sayangnya. Hehehe.
Akhirnya, aku memutuskan pulang dulu kerumah buat bersihin luka dan
istirahat. Sesampai dirumah, istriku langsung nangis karena lihat Lukaku
yang memang parah banget. Dengan penuh cinta dan kasih sayang, dia
bersihkan semua luka di kakiku, dilanjut dengan perban. Setelah semua
selesai, aku memutuskan melanjutkan perjalanan ke Semarang. Sungguh
sebenarnya aku pengin banget tidur, istirahat, dan melupakan semua
tentang tes CPNS. Tapi aku berfikir, kalau aku berangkat tes,
kemungkinan aku untuk lulus pasti ada. Tapi kalau aku menyerah dengan
semua rasa sakit ini, maka sudah pasti kegagalan yang aku dapat.
Akhirnya, aku memaksakan diri berangkat. SENDIRIAN. NAIK MOTOR LAGI.
Sepanjang jalan, rasanya mau nangis menahan sakit. Apalagi, kalau ketemu
lampu merah. Kan kaki harus turun tuh. Itu bener-bener lebih
menyakitkan daripada diselingkuhin pacar.
Singkat cerita, keesokan harinya aku ikut SKD dengan tanpa alas kaki.
Karena memang ngga mungkin dipakaikan alas kaki. Alhamdulillah panitia
Kemenag benar-benar baik hati. Mereka paham dengan keadaanku. Dan
hebatnya lagi, untuk peserta yang sakit dan hamil, diberikan jalur
khusus dan tak perlu menunggu bareng-bareng dengan peserta lain. Jadi,
kita itu semacam tamu VIP.
Alhamdulillah, setelah melewati rasa sakit yang luar biasa dan soal
yang sulitnya luar biasa juga, aku bisa lolos Passing Grade SKD. FYI,
lolos Passing Grade SKD di seleksi CPNS 2018 itu kaya udah lolos CPNS.
Bayangin, dari sekian juta orang, yang lolos Passing Grade Cuma 3%.
Benar-benar luar biasa emang seleksi CPNS 2018. FYI, di formasiku, Guru
TIK Ahli Pertama, total pendaftar 800-an orang. Dan yang dibutuhkan 31
orang.
Skip. Setelah ditunggu kurang lebih satu bulan, akirnya hasil SKD
yang ditunggu-tunggu dating juga. Alhamdulillah puji Tuhan, aku bisa
ranking 7 dari total lolos Passing Grade 24 peserta. Itu artinya, aku
bisa lanjut ke tahap yang paling menentukan, yaitu SKB. Kenapa
menentukan? Karena bobot dari SKB adalah 60% yang mana SKD hanya
berbobot 40%. Yang artinya, perbedaan nilai sedikit saja, amat sangat
berarti karena bobotnya besar.
Tes SKB diadakan selama 2 hari di MAN 1 Semarang. Hari pertama,
serentak seluruh peserta mengerjakan soal Psikotes kemudian dilanjutkan
di hari kedua yaitu tes Wawancara dan Praktik Kerja. Alhamdulillah aku
bisa menjalani semua tes itu dengan lancar. Yah walaupun ada beberapa
part yang memang harus aku tingkatkan. Alhamdulillah semua tim penilai
bertindak professional. Dan kerennya lagi, beliau-beliau memberitahukan
apa saja bagian-bagian dari kompetensi tes wawancara dan praktek kerja
yang harus aku tingkatkan. Itu semua untuk kebaikan peserta untuk bekal
di kemudian hari, baik kalo nanti lolos CPNS maupun tidak.
Skip. Setelah kurang lebih satu bulan menunggu, akhirnya hasil
integrasi tes SKD dan SKB diumumkan. Ini adalah hasil akhir yang
menentukan kita lolos atau tidak ke tahap selanjutnya yaitu tahap
pemberkasan. Alhamdulillah, namaku ada di urutan kedua di Formasiku.
Sampai sekarang rasanya masih seperti mimpi namaku bisa ada di ranking
kedua se Jawa Tengah di formasi Guru TIK.
Akhirnya, aku berpesan kepada semua pejuang-pejuang kehidupan,
Pertama, Jangan pernah kita kubur mimpi-mimpi kita. Pegang teguh dan
tetap tanamkan dalam hati dan kehidupan kita. Karena dengan mimpi-mimpi
itulah kita dapat berjuang dengan pantang menyerah. Tetap berusaha,
tetap bermimpi, karena kita tidak tahu kapan Tuhan akan mengabulkan
mimpi-mimpi kita. Kalau kata Nidji, “Mimpi adalah kunci untuk kita
menaklukkan dunia, berlarilah tanpa Lelah, sampai kita meraihnya” (Siapa
yang baca sambil nyanyi?).
Pesan Kedua, selalu libatkan Tuhan dalam setiap mimpi kita. Karena
kita hanyalah makhluk lemah dan tak berdaya yang tak mungkin meraih
mimpi-mimpi kita tanpa campur tanganNya. Percayalah, apapun yang terjadi
pada kita, baik itu yang kita anggap baik maupun buruk, semua karena
kehendakNya dan semua sudah tertulis jauh sebelum kita dilahirkan ke
dunia ini. Lalu untuk apa kita berdoa? Untuk apa kita berusaha kalo
semua sudah kehendakNya? Karena Doa Bisa Mengubah Takdir.
Allah sendiri yang menyuruh kita berdoa. Dan Allah pula lah yang
menjamin doa kita akan dikabulkan. Dan Rasul Muhammad SAW juga berdoa
“Jauhkan hamba dari buruknya takdir”. So, Keep praying till we die.
Pesan Ketiga, tetaplah berbuat baik. Karena perbuatan baik yang kita
tanam pasti akan dikembalikan kepada kita dalam bentuk kebaikan pula,
entah secara langsung maupun pada suatu saat nanti.
Waduh, malah jadi kaya ustadz.
Anyway, begitulah cerita Panjang lebarku tentang tes CPNS yang aku
rasakan. Sorry kalo banyak ngelantur. Semoga ada manfaat yang bisa kita
petik (Mangga kali dipetik). Sekarang saatnya aku menunggu lagi untuk
tahap terakhir yaitu………………….. NIP dan penempatan. Aku berharap sih yang
deket-deket aja lah penempatannya. Tapi mengingat aku pernah bikin surat
pernyataan bersedia ditempatkan dimana saja, ya udah lah ya. Dimana
saja yang penting berkah. Toh itu juga insyaallah yang terbaik dari
Allah.
Sekian, tetap semangat, dan tetap tebarkan kebaikan dimana saja dan kapan saja.
KEMENAG? IKHLAS BERAMAL


0 komentar