Married is About Learn Everything, In Every Single Day

by - Mei 04, 2019

Suatu hari di dunia khayalan, seorang suami pulang kerumah setelah seharian bekerja. Dengan senyum merekah dia mengucapkan salam lalu masuk ke dalam rumah. Di dalam rumah, istri dan anaknya sudah menunggu dengan wajah yang cerah ceria. Dengan tergopoh-gopoh sang istri bersalaman dan mencium tangan suaminya dengan lembut. Sejurus kemudian dia melepaskan jaket sang suami seraya menawarkan kopi hangat untuk suaminya. Sambil menunggu kopi yang dibuatkan istrinya siap, sang suami membopong anaknya  yang sedari tadi memperhatikan kemesraan ayah dan ibunya seakan-akan dia menunggu kemesraan seperti yang ditunjukkan ayah dan ibunya. What a happy family.

Meanwhile, di dunia nyata. Seorang istri uring-uringan sepanjang hari. Dia merasa  kesal karena entah kenapa sejak bangun tidur anaknya sedikit rewel dan bandel tidak seperti biasanya. Hingga akhirnya tepat pukul 12 siang sang anak tertidur juga setelah di nina bobokan dengan susah payah diiringi lagu-lagu anak-anak yang diputar lewat VCD yang ada di ruangan keluarga itu. Setelah anaknya lelap, si ibu mulai ikut mengantuk karena capek mengasuh anaknya sepanjang hari. Sementara itu lagu-lagu dari VCD itu tetap berputar dan 2 makhluk yang sedari tadi rempong sudah mulai lelap.

Sementara itu, ayah dari anak yang sedang tertidur tadi, sendirian termenung di ruang tamu memikirkan ekonomi keluarganya yang mulai kacau. Karena ada sesuatu dan lain hal, sudah beberapa bulan belakangan ini ekonomi keluarganya tidak menentu. Dengan wajah agak cemberut, dia mulai melangkah ke ruang keluarga untuk mematikan televisi karena dia merasa istri dan anaknya sudah mulai lelap. Dengan pelan dia mengendap-endap dan mematikan tombol power televisinya. Namun apa yang terjadi, sang anak sepertinya terganggu dengan suara tombol power yang tadi ditekan dan terbangun sembari menangis. Tentu saja itu membuat si istri marah. Dengan nada agak meninggi dia menggerutu.

Karena sedari awal suasana hatinya memang sedang tidak menentu, ditambah tersulut emosi oleh ucapan sang istri, akhirnya si suami marah. Dengan nada tinggi dia membentak sang istri hingga menangis. Sejak saat itu, beberapa hari ke depan dunia suram. Tidak ada satupun ucapan keluar dari mulut mereka masing-masing.

Wahai para jomblo di negara berkembang, demikianlah beberapa contoh kejadian yang terjadi di dalam berumah tangga. Kalo kalian ngebet banget pengin nikah karena semua Nampak indah, lebih baik kalian kubur dalam-dalam keinginan kalian buat menikah. Karena pecayalah, pernikahan ngga selalu tentang kebahagiaan. Ada banyak pertengkaran mulai dari mempermasalahkan hal-hal sepele, sampai banyak hal besar yang selama ini kita tidak tahu dari pasangan kita masing-masing yang akhirnya menjadi bibit-bibit pertengkaran.

Tapi, ada banyak sekali pelajaran penting yang bisa kita ambil di dalam pernikahan. Bagaimana belajar sabar, mengalah, memimpin, membagi waktu dan banyak lagi hal lain yang dapat kita ambil hikmahnya. Sebagai seorang papah muda yang baru menikah 3 tahun, ada banyak sekali kisah tentang pernikahan yang mau aku tulis. Entah kapan.

Intinya, merried is about learn everything. Jomblo mana tahu. Makanya menikahlah. Titit kok cuma buat pipis. Kalopun ngga cuma buat pipis, paling banter main sama sabun. :D Peace, love, and gaul

You May Also Like

0 komentar