Supaya Puasa Kita Semakin Mantap

by - Mei 05, 2019


                Alhamdulillah. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam tahun ini saya kembali bisa merasakan Ramadhan. Sungguh sebuah nikmat yang sangat luar biasa yang ngga semua orang bisa merasakan. Karena banyak saudara-saudara kita yang tahun lalu masih bisa merasakan Ramadhan tapi tahun ini sudah dipanggil oleh Allah.

                Nah, berhubung momennya sangat tepat, karena puasa baru akan dimulai besok (6/4/2019) maka saya mau menulis beberapa tips tentang bagaimana agar puasa kita semakin mantap. Karena ngga Cuma mancing mania aja yang harus mantap. Tapi puasa kita juga dong. Masa udah lapar dan haus seharian selama sebulan kok hasilnya ngga mantap? Ya percuma dong. Btw, ini tips murni dari pendapat saya pribadi lho. Jadi mungkin ngga bisa diterapin ke semua orang.  Ini bukan hasil fatwa, atau ijtima’ ulama jilid 30, dan bukan pula hasil reuni 234. Jadi, kalo ada perbedaan pendapat, waktu dan tempat saya persilakan untuk tidak setuju. 

                Baiklah, mari kita mulai. 

Pertama. Sebelum masuk bulan Ramadhan, persiapkan fisik dan mental. Fisik sangat penting karena dalam berpuasa kita dituntut untuk tidak makan minum selama 12 jam lebih. Tapi persiapan mental juga tak kalah penting. Karena seberapapun kuatnya tubuh kita, kalau mental kita tidak ada yang TAHU, alias Mental Tempe semua, maka tidak mungkin kita kuat berpuasa. Kalopun fisik kita agak lemah, tetapi kalo mental kita kuat maka insyaallah kita kuat berpuasa. Namun kalo fisik sudah lemah, mental lemah, ditambah jomblo pula, maka saya sudah tidak sanggup berkata apa-apa lagi.

Kedua. Sambut Ramadhan dengan gembira. Karena Ramadhan adalah bulan penuh berkah. Bulan penuh ampunan. Bulan penuh kegembiraan. Jangan sampai karena mau lebaran kita justru terbebani dengan baju baru yang belum terbeli, uang saku lebaran yang belum banyak, atau yang paling seram pertanyaan “Kapan nikah?” dari tetangga-tetangga kita.

Hal yang agak keliru selama ini yang terjadi adalah ketika Ramadhan justru kita sibuk mempersiapkan  hal-hal keduniawian untuk disajikan di hari lebaran. Sebut saja baju baru, hidangan beraneka ragam, jalan-jalan ke luar kota, dan lain-lain. Ada rasa malu ketika silaturahmi dengan tetangga dan baju kita bukan baju terbaik. Ada rasa minder ketika tetangga kita masuk rumah dan makanan di rumah kita tidak beraneka ragam. Memang tidak masalah mempersiapkan semua itu. Namun ketika esensi Ramadhan menjadi luntur, lantas apa yang kita latih selama Ramadhan ini?

Ketiga. Geber terus ibadah kita. Jadikan Ramadhan menjadi sarana untuk berlatih, menggodog jiwa raga kita untuk membiasakan diri selama 11 bulan ke depan. Kalo kata ustadz-ustadz mainstream yang ada di tivi-tivi, “anggaplah Ramadhan ini menjadi Ramadhan terakhir bagi kita”. Walaupun agak klise, tapi kalimat tadi memang sangat benar. Karena kalo kita menganggap ini Ramadhan terakhir, maka ibadah kita akan sangat maksimal. 

Ada banyak hal yang menurut saya keliru yang saya jumpai di lingkungan saya. Selama ini, keramaian masjid, syiar Islam, dan ibadah-ibadah yang lain sangat menggebu-gebu saat Ramadhan tiba. Namun kita bisa lihat sendiri di bulan-bulan biasa. Kita seperti melihat jomblo di malam minggu. Ngga ada. Semua ngumpet di kamarnya masing-masing. Pada saat Ramadhan kita bisa melihat masjid-masjid penuh, padahal Tarawih adalah ibadah Sunnah. Tanpa bermaksud merendahkan Shalat Tarawih, mari kita bandingkan dengan Shalat 5 waktu. Terlebih lagi di bulan-bulan selain Ramadhan. Sepi. Kaya hatinya para jomblo. Miris memang. Tapi begitulah keadaanya. 

Nah, fungsi dari Ramadhan harusnya menjadi sarana kawah candradimuka kita agar di bulan-bulan berikutnya kita terbiasa berjamaah 5 waktu, tahajud, baca qur’an dan ibadah-ibadah lainnya. 

Kayaknya segitu dulu pembahasan tentang bagaimana agar Puasa Kita Menjadi Semakin Mantap. Masih banyak tips lain agar puasa kita semakin mantap. Tapi saya sudah ngantuk. Semoga besok-besok saya masih semangat nulis. Selayaknya semangat jomblo yang diberi harapan gebetannya. 

Jangan lupa minta sama Allah biar menguatkan kita untuk Istiqomah ya. Karena ngga ada kekuatan apapun di jagat raya ini yang bisa membuat kita istiqomah kalo bukan kekuatan dari Allah. 

SELAMAT BERPUASA.

You May Also Like

0 komentar