Supaya Puasa Kita Semakin Mantap
Alhamdulillah.
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam tahun ini saya kembali bisa merasakan
Ramadhan. Sungguh sebuah nikmat yang sangat luar biasa yang ngga semua orang
bisa merasakan. Karena banyak saudara-saudara kita yang tahun lalu masih bisa
merasakan Ramadhan tapi tahun ini sudah dipanggil oleh Allah.
Nah,
berhubung momennya sangat tepat, karena puasa baru akan dimulai besok
(6/4/2019) maka saya mau menulis beberapa tips tentang bagaimana agar puasa
kita semakin mantap. Karena ngga Cuma mancing mania aja yang harus mantap. Tapi
puasa kita juga dong. Masa udah lapar dan haus seharian selama sebulan kok
hasilnya ngga mantap? Ya percuma dong. Btw, ini tips murni dari pendapat saya
pribadi lho. Jadi mungkin ngga bisa diterapin ke semua orang. Ini bukan hasil fatwa, atau ijtima’ ulama
jilid 30, dan bukan pula hasil reuni 234. Jadi, kalo ada perbedaan pendapat,
waktu dan tempat saya persilakan untuk tidak setuju.
Baiklah,
mari kita mulai.
Pertama. Sebelum masuk bulan Ramadhan, persiapkan
fisik dan mental. Fisik sangat penting karena dalam berpuasa kita dituntut
untuk tidak makan minum selama 12 jam lebih. Tapi persiapan mental juga tak
kalah penting. Karena seberapapun kuatnya tubuh kita, kalau mental kita tidak
ada yang TAHU, alias Mental Tempe semua, maka tidak mungkin kita kuat berpuasa.
Kalopun fisik kita agak lemah, tetapi kalo mental kita kuat maka insyaallah
kita kuat berpuasa. Namun kalo fisik sudah lemah, mental lemah, ditambah jomblo
pula, maka saya sudah tidak sanggup berkata apa-apa lagi.
Kedua. Sambut Ramadhan dengan gembira.
Karena Ramadhan adalah bulan penuh berkah. Bulan penuh ampunan. Bulan penuh
kegembiraan. Jangan sampai karena mau lebaran kita justru terbebani dengan baju
baru yang belum terbeli, uang saku lebaran yang belum banyak, atau yang paling
seram pertanyaan “Kapan nikah?” dari tetangga-tetangga kita.
Hal yang agak
keliru selama ini yang terjadi adalah ketika Ramadhan justru kita sibuk mempersiapkan
hal-hal keduniawian untuk disajikan di
hari lebaran. Sebut saja baju baru, hidangan beraneka ragam, jalan-jalan ke
luar kota, dan lain-lain. Ada rasa malu ketika silaturahmi dengan tetangga dan
baju kita bukan baju terbaik. Ada rasa minder ketika tetangga kita masuk rumah
dan makanan di rumah kita tidak beraneka ragam. Memang tidak masalah mempersiapkan
semua itu. Namun ketika esensi Ramadhan menjadi luntur, lantas apa yang kita
latih selama Ramadhan ini?
Ketiga. Geber terus ibadah kita. Jadikan
Ramadhan menjadi sarana untuk berlatih, menggodog jiwa raga kita untuk
membiasakan diri selama 11 bulan ke depan. Kalo kata ustadz-ustadz mainstream
yang ada di tivi-tivi, “anggaplah Ramadhan ini menjadi Ramadhan terakhir bagi
kita”. Walaupun agak klise, tapi kalimat tadi memang sangat benar. Karena kalo
kita menganggap ini Ramadhan terakhir, maka ibadah kita akan sangat maksimal.
Ada banyak hal
yang menurut saya keliru yang saya jumpai di lingkungan saya. Selama ini, keramaian
masjid, syiar Islam, dan ibadah-ibadah yang lain sangat menggebu-gebu saat
Ramadhan tiba. Namun kita bisa lihat sendiri di bulan-bulan biasa. Kita seperti
melihat jomblo di malam minggu. Ngga ada. Semua ngumpet di kamarnya
masing-masing. Pada saat Ramadhan kita bisa melihat masjid-masjid penuh,
padahal Tarawih adalah ibadah Sunnah. Tanpa bermaksud merendahkan Shalat
Tarawih, mari kita bandingkan dengan Shalat 5 waktu. Terlebih lagi di
bulan-bulan selain Ramadhan. Sepi. Kaya hatinya para jomblo. Miris memang. Tapi
begitulah keadaanya.
Nah, fungsi
dari Ramadhan harusnya menjadi sarana kawah candradimuka kita agar di
bulan-bulan berikutnya kita terbiasa berjamaah 5 waktu, tahajud, baca qur’an
dan ibadah-ibadah lainnya.
Kayaknya
segitu dulu pembahasan tentang bagaimana agar Puasa Kita Menjadi Semakin Mantap.
Masih banyak tips lain agar puasa kita semakin mantap. Tapi saya sudah ngantuk.
Semoga besok-besok saya masih semangat nulis. Selayaknya semangat jomblo yang
diberi harapan gebetannya.
Jangan lupa
minta sama Allah biar menguatkan kita untuk Istiqomah ya. Karena ngga ada
kekuatan apapun di jagat raya ini yang bisa membuat kita istiqomah kalo bukan kekuatan
dari Allah.
SELAMAT
BERPUASA.


0 komentar