Avenger End Game memang sudah lama tayang di bioskop-bioskop seluruh dunia, termasuk Indonesia. Namun Hypenya belum juga mereda. Maklum saja, film ini memang menjawab penantian panjang fans Marvel selama kurang lebih 11 tahun ini. Karena di film ini, hampir semua Superhero Marvel berkumpul dengan cerita klimaks dari puluhan film yang selama ini telah dibangun. Dengan alur cerita yang sangat menawan, drama yang menyayat hati, serta visual yang tak perlu diragukan, membuat film ini melejit tak terbendung. Predikat film dengan pendapatan terbesar kedua di dunia rasanya sangat pantas disandang Avenger End Game.
Bagi Anda yang belum nonton Avenger End Game, saya simpulkan penyebabnya ada 2. Pertama, Anda memang sangat tidak suka dengan film superhero, sehingga Anda sama sekali tidak ingin menontonnya. Kedua, Anda hidup di gua. Masa film sebagus ini ngga ditonton? Tapi bukan alasan ketiga dong? Anda malu menonton karena Anda jomblo dan semua penonton membawa pasangannya masing-masing. Saya turut prihatin.
Bagi yang belum nonton, inti ceritanya adalah sebagai berikut :
Thanos adalah musuh utama di film ini. Thanos berkeinginan menghilangkan (memusnahkan) separuh populasi kehidupan di alam raya ini dengan cara mengumpulkan infinity stone yang tersebar di berbagai belahan galaksi, yang dengan kekuatan itu dia akan menjentikkan jarinya lalu musnahlah 50% kehidupan. Bukan hanya di bumi, namun antar galaksi. Tugas Avenger adalah menghentikan langkah Thanos.
Pertanyaannya, kenapa Thanos ingin memusnahkan separuh populasi kehidupan di alam semesta ini? Menurut Thanos, dunia butuh keseimbangan. Karena dunia sudah sangat kompleks dan penghuninya semakin hari semakin merusak. Sehingga Thanos merasa perlu mengembalikan keseimbangan alam agar dunia bisa terselamatkan.
Saya memang kurang setuju dengan cara Thanos. Bayangkan, seandainya saya sedang asyik melakukan sesuatu dengan istri saya, lalu tiba-tiba Thanos beraksi dan istri saya menghilang, dengan keadaan sedang tanggung, apa ngga bikin saya sakit pinggang? Atau ada seorang jomblo yang sedang melakukan kegiatan rutinnya, lalu tiba-tiba sabun di tangannya menghilang? Sungguh itu akan membuat mereka mengamuk membabi buta. Saya tidak bisa membayangkan betapa ngerinya. Karena tidak ada yang lebih mengerikan dari mengamuknya seorang jomblo.
Tapi saya sangat paham mengapa Thanos sangat ingin memusnahkan separuh kehidupan di dunia ini. Kita bisa lihat sendiri bagaimana sesaknya kehidupan di abad ini. Terutama di kota-kota besar. Dan Kita pasti sangat paham mengapa Thanos ingin melakukan pemusnahan separuh populasi. Belum lagi kalo kita bicara sampah, kerusakan alam, global warming, dan kerusakan-kerusakan lain yang ditimbulkan.
Yang lebih ngeri, kalo Thanos sampai tahu bagaimana kelakuan sebagian netizen di Indonesia pra Pilpres dan Pasca Pilpres? Ribut terus tidak pernah berhenti. Saling serang, saling hujat, saling sindir, saling sebar hoax, dan kegiatan mengerikan lainnya.
Saya adalah salah satu pengguna Twitter aktif sampai sekarang. Pasca Pilpres, keributan bukan mereda tapi justru semakin menggila. Terutama pendukung kedua pasangan calon. Kelakuannya diluar nalar. Saya sampai bertanya “Masa sangkin bencinya bisa jadi gitu ya? Apa mereka ngga punya cinta di hidup mereka?”
Seandainya saya punya infinity Stone, saya akan gunakan untuk memusnahkan netizen-netizen yang kerjaannya membuat keributan di Indonesia. Biar kapok, saya hanya akan menghilangkan Tititnya saja. Biar mereka tidak berkembang biak.








