• Home
  • About
  • Daftar Isi
facebook twitter instagram Email

MASKASUM

Harimau Mati Meninggalkan Belang. Manusia mati meninggal kan?

6 Juni 2019. Hari raya Idul Fitri telah tiba. Setelah beberapa hari berkeliling bersilaturahmi dengan keluarga besar, saatnya aku hubungi teman-teman dan handai taulan yang rumahnya tak sempat aku kunjungi. Perlahan, satu persatu kontak dalam handphone aku kirimi chat yang intinya adalah seperti yang biasa kita kirim dan terima pada hari raya. Kata-kata yang sudah seperti template yang selalu kita kirim dan kita terima setiap hari raya Idul fitri. Tapi aku bukan tipe penganut “saat mata tak bisa melihat, saat kaki tak bisa berjalan”, karena insyaallah aku sehat lahir batin. 

Tiba saatnya aku kirimkan permohonan maaf kesalah satu guru aku, teman aku, mentor aku, orang tua aku, sebut saja pak Bambang (Nama sebenarnya). Beliau adalah guru Bahasa Inggris sewaktu aku di SMP. Berkat motivasi-motivasi dari beliaulah, aku mendapatkan salah satu optimisme dalam hidup yang Alhamdulillah  mengantarkan aku menjadi manusia seperti sekarang. FYI, dulu aku memang sejenis Avertebrata. 

Entah bagaimana ceritanya, tanpa sengaja aku chat seperti ini. “Apa ngga ada rencana ke gunung Slamet gitu pak?”. Memang sudah beberapa bulan ini kita sering chating tentang rencana pendakian, yang pada akhirnya hanya menjadi wacana. FYI, pak Bambang ini suka sekali dengan olahraga, termasuk mendaki gunung. Makanya aku sering chating soal rencana pendakian. 

Setelah aku membuka percakapan itu, beliau langsung menyahut “Oke silakan diagendakan mas, aku ada waktu tanggal 9-12”. Baiklah tanpa pikir panjang, langsung aku sahut lagi dong, “Oke berarti langsung saja pak. Kita berangkat besok hari senin tanggal 10”. “OK”, begitulah pak Bambang menjawab.

Aku tahu, tak mungkin lah gunung Slamet sepi. Apalagi ini memang masih suasana lebaran. Ngga penuh sesak aja sudah untung. Tapi aku tidak mau naik satu rombongan hanya dengan pak Bambang. Kurang rame untuk ngobrol. Dan alasan sebenernya sih supaya cariel yang  berat, yang isi tenda dan lain-lain itu bisa dibawa teman. Dan aku pilih yang ringan. Begitulah, pendaki licik seperti saya. Itu sudah menjadi kebiasaan rutin setiap aku mendaki gunung. “Merepotkan orang lain” adalah nama tengahku :D. 

Akhirnya aku ajaklah dua teman dari kampungku yang sudah jelas fisiknya kuat. Setelah melalui proses seleksi yang ketat, akhirnya terpilihlah dua temanku. Personil oke, logistik oke, cuaca oke, ternyata masih ada satu masalah. Dompet ngga oke, karena aku lama menganggur dikarenakan SK CPNS yang tak kunjung turun. Karena hal ini pula lah istriku hampir saja tidak mengijinkan pendakianku. Tapi, dengan tekad yang sudah membara, istriku berhasil aku rayu. Karena nyatanya walaupun ini adalah pendakian gunung tertinggi yang pernah aku daki, ini adalah pendakian terhemat yang pernah ada. Sewa peralatan pak Bambang. Bensin temanku yang nanggung. Logistik ngga beli. Mental gratisan gini memang asyik untuk diri sendiri dan menyebalkan untuk teman-teman.

Singkat cerita berangkatlah kita ke Purbalingga untuk kemudian menuju Bambangan, desa terakhir sebelum kita treking. Jalur menuju Bambangan ini lumayan menyebalkan. Kenapa? Dari arah mana saja ngga ada petunjuk arahnya. Akhirnya di tengah kota Purbalingga kita memanfaatkan google Map. Senjata sejuta umat ketika tersesat di kehidupan yang fana. Akhirnya sampailah kita ke Basecamp. Ndilalah pada waktu itu kabut sedang tebal-tebalnya. Sepanjang jalan kita tidak melihat gunung Slamet sama sekali. 

Shalat ashar, mengisi perut, membeli kekurangan logistik, selesai semua. Jam setengah 5 sore kita start treking. Dan trek dari basecamp ke pos 1 adalah trek tergila. Puanjaaaaaaaaang kaya jomblo yang hubungannya diulur-ulur gebetannya. Selain panjang, beberapa ratus meter sebelum pos 1, itu trek nanjaknya nggilani. Itu Firaun kalo lewat trek itu kayaknya bakalan tobat deh. 

Singkat cerita di pos 1 sekitar jam 6 sore. Gelar matras, shalat lah kita. Setelah badan cukup istirahat, lanjutlah kita ke pos 2. Trek dari pos 1 ke pos 2 tidak segila dari basecamp ke pos 1. Memang semakin menanjak tapi tidak sepanjang basecamp-pos 1. Dan ada banyak trek bonus walaupun pendek-pendek. 

FYI, trek Slamet via Bambangan itu jarak antar pos semakin naik semakin pendek. Jadi, yang paling menyiksa memang antara basecamp samapai kurang lebih pos 3. 

Singkat cerita sampailah kita di pos 3. Udara dingin semakin menusuk tulang, dan pak Bambang sudah kelihatan gemetar badannya karena sangkin dinginnya. Aku pikir, wah bisa bahaya kalo diteruskan tanpa pakaian dobel ini pak Bambang. Akhirnya aku sarankan beliau memakai 2 jaket, kaos tangan, dan penutup telinga. Alhamdulillah. Saran diterima, badan pak Bambang ngga lagi gemetaran. Kita lanjutkan bongkar makanan dalam tas karena perut yang semakin lapar. Beberapa pisang kepok rebus, beberapa buah kupat dengan lauk sisa-sisa lebaran langsung ludes kita santap. Dilanjutkan dengan minum kopi terenak sepanjang hayat. FYI, kopi, rokok, dan makanan kalo dimakan di gunung kok rasanya 10 kali lebih nikmat ya? Atau perasaanku saja?

Setelah kenyang, perjalanan kita lanjutkan ke pos 4. Sebuah pos keramat di Gunung Slamet via Bambangan. Sebuah pos yang dilarang mendirikan tenda di pos itu. Sebuah pos yang paling dihindari untuk beristirahat dalam waktu yang lama. Samarantu namanya. Mendengar namanya saja udah agak bikin merinding. Karena konon Samarantu itu berasal dari kata Samar dan Hantu. Serem pokoknya. Lebih serem dari cewek PMS. Kayu-kayunya gede-gede banget. Rimbun banget. Kalo siang, cahaya matahari aja susah masuk. Kata orang yang ngerti sih disitu ada banyak.... ah sudahlah.

Akhirnya setelah melalui perjalanan yang panjang berliku, akhirnya kita sampai di pos 7 yang mana dari awal kita pengin ngecamp disitu. Ternyata, pas kita ngobrol-ngobrol dengan pendaki dari Purbalingga, antara pos 7 dan pos 8 itu jaraknya sangat pendek. Bahkan pos 8 bisa dilihat dari pos 7 kalo siang hari. Akhirnya kita berniat melanjutkan perjalanan karena fisik kita yang masih lumayan oke.  Perjalanan kita lanjutkan ke pos 8 dan ternyata di pos 8 memang area campnya ngga begitu luas dan sudah penuh. FYI, waktu kita mendaki itu lagi rame-ramenya. Sepanjang jalan naik turun itu ngga pernah berhenti orang naik dan turun. 

Karena di pos 8 sudah penuh, akhirnya rombonganku dan 1 rombongan dari Purbalingga mencoba mencari tanah yang cukup datar antara pos 8 dan pos 9. Yang mana pos 9 adalah pos terakhir dan batas akhir vegetasi. Alhamdulillah kita nemu tanah yang cukup datar dan luas diantara pos 8 dan pos 9. Tepat jam 12 malam, didirikanlah tenda. Setelah masak-masak dan ngopi-ngopi ganteng, kurang lebih pukul 1 malam, tidurlah kita. 

Jam 4 pagi, 1 orang teman dan pak Bambang langsung summit attack. Aku dan temanku mah santai saja sangkin ngantuknya. Tepat pukul 5 setelah shalat subuh dan ngopi-ngopi ganteng, naiklah aku dan 1 temanku menyusul pak Bambang ke Puncak. Dari pos 9 Pelawangan sampai puncak adalah trek yang nggilani juga. Bener-bener nanjak, licin karena kerikil, belum lagi kalo ada batu yang meluncur dari atas.  Sebuah miniatur Semeru. Akhirnya kurang lebih jam 6 pagi sampai lah aku di puncak tertinggi Jawa Tengah. Slamet, 3428 MDPL. 

Rasa letih, lesu, lelah, lunglai, rasanya langsung hilang melihat keindahan matahari yang perlahan mulai nampak di ufuk timur, dan keindahan alam yang luar biasa karena saat itu cuaca benar-benar cerah. Ciptaan Tuhan yang luar biasa indah yang memang hanya bisa dilihat dari gunung. 

Setelah puas muter-muter di puncak, kurang lebih jam 7 turunlah kita. Akhirnya jam 2 siang sampailah kita di basecamp. Sebuah perjalanan panjang penuh perjuangan dan ini adalah perjalanan naik gunung terlama yang pernah aku alami. 

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Avenger End Game memang sudah lama tayang di bioskop-bioskop seluruh dunia, termasuk Indonesia. Namun Hypenya belum juga mereda. Maklum saja, film ini memang menjawab penantian panjang fans Marvel selama kurang lebih 11 tahun ini. Karena di film ini, hampir semua Superhero Marvel berkumpul dengan cerita klimaks dari puluhan film yang selama ini telah dibangun. Dengan alur cerita yang sangat menawan, drama yang menyayat hati, serta visual yang tak perlu diragukan, membuat film ini melejit tak terbendung. Predikat film dengan pendapatan terbesar kedua di dunia rasanya sangat pantas disandang Avenger End Game.
Bagi Anda yang belum nonton Avenger End Game, saya simpulkan penyebabnya ada 2. Pertama, Anda memang sangat tidak suka dengan film superhero, sehingga Anda sama sekali tidak ingin menontonnya. Kedua, Anda hidup di gua. Masa film sebagus ini ngga ditonton? Tapi bukan alasan ketiga dong? Anda malu menonton karena Anda jomblo dan semua penonton membawa pasangannya masing-masing. Saya turut prihatin.
Bagi yang belum nonton, inti ceritanya adalah sebagai berikut :
Thanos adalah musuh utama di film ini. Thanos berkeinginan menghilangkan (memusnahkan) separuh populasi kehidupan di alam raya ini dengan cara mengumpulkan infinity stone yang tersebar di berbagai belahan galaksi, yang dengan kekuatan itu dia akan menjentikkan jarinya lalu musnahlah 50% kehidupan. Bukan hanya di bumi, namun antar galaksi. Tugas Avenger adalah menghentikan langkah Thanos.
Pertanyaannya, kenapa Thanos ingin memusnahkan separuh populasi kehidupan di alam semesta ini? Menurut Thanos, dunia butuh keseimbangan. Karena dunia sudah sangat kompleks dan penghuninya semakin hari semakin merusak. Sehingga Thanos merasa perlu mengembalikan keseimbangan alam agar dunia bisa terselamatkan.
Saya memang kurang setuju dengan cara Thanos. Bayangkan, seandainya saya sedang asyik melakukan sesuatu dengan istri saya, lalu tiba-tiba Thanos beraksi dan istri saya menghilang, dengan keadaan sedang tanggung, apa ngga bikin saya sakit pinggang? Atau ada seorang jomblo yang sedang melakukan kegiatan rutinnya, lalu tiba-tiba sabun di tangannya menghilang? Sungguh itu akan membuat mereka mengamuk membabi buta. Saya tidak bisa membayangkan betapa ngerinya. Karena tidak ada yang lebih mengerikan dari mengamuknya seorang jomblo.
Tapi saya sangat paham mengapa Thanos sangat ingin memusnahkan separuh kehidupan di dunia ini. Kita bisa lihat sendiri bagaimana sesaknya kehidupan di abad ini. Terutama di kota-kota besar.  Dan Kita pasti sangat paham mengapa Thanos ingin melakukan pemusnahan separuh populasi. Belum lagi kalo kita bicara sampah, kerusakan alam, global warming, dan kerusakan-kerusakan lain yang ditimbulkan.
Yang lebih ngeri, kalo Thanos sampai tahu bagaimana kelakuan sebagian netizen di Indonesia pra Pilpres dan Pasca Pilpres? Ribut terus tidak pernah berhenti. Saling serang, saling hujat, saling sindir, saling sebar hoax, dan kegiatan mengerikan lainnya. 
Saya adalah salah satu pengguna Twitter aktif sampai sekarang. Pasca Pilpres, keributan bukan mereda tapi justru semakin menggila. Terutama pendukung kedua pasangan calon. Kelakuannya diluar nalar. Saya sampai bertanya “Masa sangkin bencinya bisa jadi gitu ya? Apa mereka ngga punya cinta di hidup mereka?”
Seandainya saya punya infinity Stone, saya akan gunakan untuk memusnahkan netizen-netizen yang kerjaannya membuat keributan di Indonesia. Biar kapok, saya hanya akan menghilangkan Tititnya saja. Biar mereka tidak berkembang biak.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Dilansir dari edukasi.kompas.com, Pendidikan formal terbaik saat ini dipegang negara Finlandia. Sudah beberapa tahun negara ini unggul atas Amerika dari segi literasi membaca, sains, dan matematika.

Dilansir dari laporan Big Think yang dipublikasikan World Economic Forum (WEF), sistem pendidikan Finlandia dapat berfungsi dengan baik karena strukturnya ditopang oleh beberapa prinsip utama: Pertama dan terpenting akses yang sama terhadap pendidikan dan siswa diberi kebebasan memilih jalur edukatif mereka berdasarkan minat dan bakat.
Lalu bagaimana dengan Pendidikan di Indonesia?

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Based on true event. 

4 tahun yang lalu.

Aku dan istriku belum menikah. Kami terpisah jarak. Aku merantau ke Samarinda mencari bekal untuk pernikahan kita. Sementara istriku bekerja di salah satu perusahaan jasa pinjam meminjam uang di Banjarnegara. Istriku adalah salah satu orang yang sejak kecil diberi kelebihan bisa melihat makhluk yang tak bisa dilihat orang lain. Intinya, dia bisa melihat hantu. Puncaknya adalah kurang lebih setahun sebelum kami menikah. 

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Masih dalam suasana bulan penuh berkah, Ramadhan. Salah satu bulan istimewa bagi umat Islam. Segala keberkahan dan ampunan ada di bulan ini. Selain itu, di bulan ini Allah juga menjanjikan pengabulan doa. Salah satu doa orang yang tidak tertolak adalah doa orang yang berpuasa sampai dia berbuka (HR. Tirmidzi). So, sayang sekali kalo di bulan Ramadhan ini kita lewati tanpa doa sebanyak-banyaknya. Tentu saja doa yang baik-baik dong. Bagi kepala keluarga, mintalah agar keluarganya diberi keberkahan hidup. Bagi yang mau menikah, mintalah untuk dilancarkan pernikahannya. Bagi yang jomblo, mintalah kekuatan agar diberi kekuatan menghadapi pertanyaan “Kapan nikah” nanti pas silaturahmi lebaran, dan juga minta ampun atas segala sabun yang kalian bolongi. :D
Karena temanya masih Ramadhan, maka aku mau ngomongin peringatan Hari Kartini. Wuehehe
Baiklah, aku mau bahas kiat-kiat supaya kita kuat menjalani puasa. Aku udah berkunjung ke ribuan titik. Ada banyak sekali anak kecil yang kuat berpuasa sampai Maghrib, tapi kenapa justru tak sedikit orang dewasa yang tidak sanggup berpuasa. Saya merasa negara tidak hadir disini. Apa sih?
Tapi itu emang kenyataan yang miris. Di pasar-pasar, aku sering lihat gimana orang tua yang dengan nikmat makan mie ayam di siang hari tanpa rasa canggung sedikitpun. Yang paling bikin sebel itu kenapa kok makan ngga ngajak-ngajak aku? :D
Baiklah, mari kita mulai bahas tips-tips supaya kita kuat berpuasa.
Kuatkan Niat
Niat, mungkin kelihatan sepele karena adanya di dalam hati. Tapi bagi umat Muslim, niat adalah sangat penting. Sangkin pentingnya niat, Allah menjelaskan bahwa apa-apa itu tergantung niat. Bisa jadi puasa kita ngga kuat, karena niat kita ngga bener dan ngga kuat. So, mari kuatkan niat puasa kita untuk benar-benar mengharap pahala dan Ridho Allah, bukan karena yang lain.
Contohlah para jomblo. Niat mereka begitu kuat untuk menikah walaupun begitu sering mereka gagal di tengah jalan. Minimal niat mereka sudah bener.
Sering Datang Ke Kajian Ilmu
Tentu saja biasanya kajian ilmu adanya di masjid-masjid. AWAS! Jangan salah masuk. Microphonnya emang sama. Tapi kalo begitu masuk kamu lihat banyak lampu kelap-kelip muter-muter berwarna-warni, ada layar TV gede, apalagi ada cewek seksi disitu, itu Room Karaoke namanya. Memang microponnya sama. Tapi jangan salah masuk. Kalo di masjid banyak pahala, kalau room karaoke banyak pahanya. Berbahaya.
Ngga Usah Ngabuburit di Jalan-Jalan
Ngabuburit itu Bahasa Sunda ya. Artinya kurang lebih jalan-jalan sore untuk menghabiskan waktu dan menunggu waktu berbuka .CMIIW. Iya kalo ngabuburitnya di masjid. Sambil ngaji, sambil dzikir. Lah umumnya ngabuburit kan di jalan-jalan. Nah ngabuburit di jalan-jalan tuh kan lengkap banget. Ada ibu-ibu, ada bayi, ada anak-anak, ada bapak-bapak, ada alay-alay, ada ibu bawa anak-anak, ada bapak bawa ibu-ibu, ada Bapak bawa anak-anak, ada ibu bawa alay-alay, ada alay bawa anak-anak, ada bayi bawa bapak-bapak, argghhhhhh banyak pokoknya.
Celakanya, kalo ngabuburit di jalan-jalan tuh banyak banget gadis-gadis milenial seksi yang brengsek ngga tau diuntung. Udah tahu ini bulan puasa, tapi masih aja jalan-jalan pake hotpants. Lah aku sebagai papah muda yang jiwanya sedang bergejolak, ya tentu saja tertarik sekali dengan hal-hal kaya gitu. Aku aja yang udah punya istri masih gitu, gimana para jomblo yang terbiasa dengan fantasi liarnya? Aduh berbahaya.
Banyak Membaca Artikel-Artikel Positif
Sudahi stalking akun lambe turah, lambe nyinyir, dan lambe-lambe lainnya. Beralihlah ke rumaysho.com, nu online, dan sejenisnya. Supaya puasa kita ngga rusak dan tambah pahala. Buat para jomblo, yang biasa pake VPN atau proksi gratisan demi bisa mengakses situs favorit kalian (YKWIM), hentikan sekarang juga. Fokuslah beribadah dan berdoa. Ingat, biaya nikah sekarang ngga masuk diakal.
Jangan jadi warga negara Islandia
Ini penting banget. Di Islandia, berbuka dan sahur hampir bareng. Jadi kalo berbuka puasa tuh, jeda sebentar langsung makan sahur. Karena puasanya lebih dari 20 jam. Mantap ngga tuh? Jadi, buat yang rencana mau pindah ke Islandia, mending kalian pikir-pikir dulu. Apalagi buat yang gampang tumbang kalo berpuasa.
Demikian tips-tips biar puasa makin kuat. Semoga bermanfaat. See you.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar


Salah satu kebiasaan aneh yang sudah turun temurun dilakukan orang-orang di kampungku adalah mengganti nama ketika sudah resmi menikah. Jadi, setelah melakukan ijab qobul, akan diadakan semacam selamatan dan menghidangkan bubur merah putih, kemudian diresmikanlah nama baru oleh tetua di kampungku. Setelah acara ini selesai, maka orang sekampung harus memanggil kedua mempelai dengan nama barunya.
Share
Tweet
Pin
Share
1 komentar
Di era serba modern ini, aku begitu bersyukur karena bisa merasakan kemudahan-kemudahan yang diakibatkan karena kemajuan teknologi yang ada di masa sekarang. Jaman sekarang pacaran aja bisa online. Suatu saat nanti mungkin bakalan ada hamil online. Tapi jauh sebelum hari ini, mari aku ajak mundur kurang lebih 20 tahun yang lalu.

Sebelum setampan dan semodern sekarang, aku adalah seorang anak kecil garis lucu yang lahir di sebuah dusun kecil di sebuah kota kecil di Jawa Tengah. Nama Desaku Kalibombong, Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara. Kalo kalian berusaha cari Desa aku di Google Map, maka kalian seperti berusaha menemukan jarum di tumpukan jerami. Susah. Sangkin susah dan terpencilnya, jalanan ke desaku pada waktu itu benar-benar bikin miris. Pokoknya jangan dibayangkan jalan seperti sekarang. Alih-alih jalan aspal atau minimal jalan berbatu, itu lebih cocok disebut galur kebo. Mobil masuk ke desaku waktu itu seperti mimpi. Satu-satunya mobil yang mau masuk ke desaku adalah mobil yang mau aku ceritakan di paragraph selanjutnya.

Waktu aku kecil sekitar pertengahan 90an, desaku benar-benar masih sangat jauh dari peradaban maju. Mari aku kasih satu contoh. Waktu aku kecil, itu lagi ada Perhutani menebang hutan pinus untuk kemudian ditanami lagi dengan tanaman yang baru. Mobil yang buat angkut kayu pinus itu gede-gede dan suaranya menggelegar bisa terdengar jauh sampai ke pojok dusun. Sangkin gumunnya anak-anak di desaku, begitu mereka mendengar suara mobil-mobil itu, maka anak satu kampung bakalan keluar rumah dan mengejar mobil itu. Kita pikir, “Iki apa gede temen? Bisa ngangkut kayu akeh banget pisan” Dan ngga Cuma sampai situ saja. Kita bakalan berusaha naik ke mobil yang sarat muatan itu. Entah bagaimana caranya. Pokoknya brutal. Sebrutal jomblo melihat gadis seksi di Bigo live. Ada yang sampai benjut luka-luka karena jatuh dari mobil itu. Tapi kita ngga peduli. Yang penting kita bisa naik ke mobil itu. Mungkin pada saat itu sopirnya berfikir, “Ini anak-anak hidup di jaman Megalitikum atau gimana? Kok mereka kampungan sekali?”.

Setelah naik mobil tadi, kapan kita turun dan dimana kita turun? Nah ini lucu lagi. Biasanya kita bakal naik sampai Karangkobar dan turun disana. Jarak Karangkobar sampai ke desa aku itu kurang lebih 8 Km. Lah terus gimana cara kita balik ke desa? JALAN KAKI. Tapi apakah kita kapok dan bersedih? Tidak. Kita akan sangat gembira dan terus melakukan “Kegiatan yang sangat kampungan” itu. Pokoknya pada saat itu ngga ada kegiatan yang lebih membahagiakan kita melebihi itu.

Buset dah itu beneran ada anak-anak yang kaya gitu di tahun 90an? kok udik banget ya? Lah memang udik kok. Dan ini kisah nyata. Lha wong aku salah satu pelakunya kok.

Ngomong-ngomong soal mobil perhutani tadi, kadang ada kejadian yang paling menjengkelkan. Tetanggaku kan dinding rumahnya dari kayu. Dan kalo dindingnya dipukul pake tangan, suaranya itu persis kaya suara mobil Perhutani tadi. Mobil Perhutani tadi, kalo lagi ngga begitu ngegas, suaranya sama persis kaya dinding kayu tadi. Walaupun suaranya ngga begitu keras, paling ngga anak-anak di sekitaran rumah tetanggaku tadi pada denger.

Suatu hari ada anak yang iseng. Dia pukul dinding kayu itu keras-keras. Anak-anak di sekitaran rumahku berhamburan keluar, bersiap-siap ambil langkah seribu untuk mengejar mobil Perhutani. Begitu mereka keluar rumah, muka mereka suram. Kecewa tiada tara. Sekecewa jomblo yang ditinggal pas lagi saying-sayangnya. Satu persatu mereka kembali ke rumah masing-masing sambil menggerutu, “Oalah Asu. Kenang tipu maning”.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Posts Baru
Tulisan Terdahulu

Hy yang disana! Welcome

About Me

Selamat datang di warung sederhana saya. Happy reading

Medsos Saya

  • facebook
  • twitter
  • instagram

Paling Populer

    Every Shit Happen, But ….
    WONG JAWA ILANG JAWANE
    Inikah Kisah Cinta Paling Heboh Melebihi Dilan dan Milea? (Part 1)

Kategori

  • Absurd
  • Adventure
  • Curhat
  • Diary
  • Family
  • Horor
  • Inspirasi
  • Lucu
  • My Life
  • Pernikahan
  • Ramadhan

Tulisan Lainnya

  • ▼  2021 (11)
    • ▼  September (1)
      • TENTANG GADGET DAN ANAK KELAS 4 SD YANG LAGI WUDHU...
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Januari (8)
  • ►  2020 (8)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Mei (3)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2019 (15)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (8)
    • ►  Februari (3)

Hit

MASKASUM.COM BERDIRI SEJAK 2019. "CAPEK BANGET DONG" | Theme by MASKASUM.COM