Anak saya yang besar, Divya, beberapa hari ini sedang tergila-gila sekali dengan Boboiboy. Karakter kartun dari Negeri Jiran yang mempunyai kekuatan super yang didapatkan dari sebuah robot yang datang dari luar angkasa, yang dengan kekuatannya itu, Boboiboy dan kawan-kawannya berusaha melindungi bumi dari tokoh antagonis utama yaitu seekor alien berkepala kotak berwarna hijau bernama Adudu. Yang aneh, Adudu mengincar planet bumi dikarenakan ingin mendapatkan kekuatan yang bersumber dari cokelat. Iya. Cokelat. Cokelat yang untuk bahan minuman atau Silver Queen itu. Tidak terbayang bagaimana seandainya Soekarno hidup di planet Adudu. Karena beliau tinggal di bumi, beliau pernah pidato seperti ini, “Berikan aku sepuluh pemuda, maka akan aku goncangkan dunia. Kalau di planet Adudu, pasti kalimatnya akan menjadi seperti ini, “Berikan aku 10 karton cokelat, maka akan aku goncangkan tata surya”. Sangat tidak elegan diucapkan oleh seorang Soekarno. Geeeerrrrrrr. Komedi komedi komedi.
Kesukaan Divya kepada Boboiboy diawali
ketika RTV, sebuah stasiun televisi swasta yang memang hampir setiap saat
isinya acara anak-anak, mulai
menayangkan Boboiboy setiap hari, pagi dan malam. Karena kesukaanya itu, anak
saya mulai terobsesi dengan salah satu karakter di kartun Boboiboy. Gopal.
Karakter yang lucu, penakut, cerewet, nyeleneh, absurd, pokoknya Gopal ini
karakter bagian lucunya di kartun Boboiboy. Gopal ini mempunyai kekuatan
mengubah segala sesuatu menjadi makanan. Dengan kekuatan itu, Gopal dapat
dengan mudah mengubah serangan-serangan musuh menjadi hanya sebuah lelucon tak
berguna. Hal ini juga karena memang Gopal sangat suka makan. Bahkan ketika
pulang dari luar angkasa setelah bertarung dengan musuh, Bapaknya yang ada
didepannya tidak dihiarukan dan langsung lari karena ingin segera makan makanan
ibunya di rumah. Sepertinya, sifat Gopal yang suka makan tidak jauh beda dengan
saya.
Karena obsesi kepada Gopal itu, Divya
berusaha membawa karakter Gopal ke dunia nyata. Kami, satu keluarga, sering
sekali harus menjadi seperti Gopal. Sebagai gambaran, dalam kesehariannya Gopal
selalu memakai semacam bandana untuk merapikan rambutnya. Karena hal itu, saya
sering harus memakai ikat rambut yang dilingkarkan ke kepala supaya menjadi
seperti Gopal. Begitu pula dengan istriku. Bahkan kakek dan neneknya. Baru saja
tadi pagi saya harus memakai ikat rambut padahal mau pergi ke pasar. Mirip Gopal
engga, kaya orang stress iya.
FYI, saya juga sangat sangat
sangat menyukai serial Boboiboy. Jauh lebih suka daripada serial Upin dan Ipin,
apalagi serial Jeritan Hati Seorang Istri di Indosiar. Saya malah menyukai serial
Boboiboy ini sudah sangat lama. Jauh sebelum anak saya mengenal Boboiboy. Kalau
tidak salah ingat, waktu itu belum tayang di televisi, atau mungkin pernah
tayang tapi bukan di RTV.
Sangkin Sukanya saya dengan
serial Boboiboy, saya sampai download semua episode dari Youtube resminya
Monsta, Publishernya Boboiboy, dari musim pertama sampai musim Boboiboy Galaxy.
Dan itu dulu saya lakukan waktu masih menjadi perangkat desa. Seorang perangkat
desa yang ganteng, berwibawa, mempesona, dengan setelan kekinya, yang cukup
dipandang oleh warga desanya, ternyata serial favoritnya Boboiboy. Apa itu
Money Heist? Apa itu Attack On Titan?
Dengan tayangnya serial Boboiboy
di RTV, ini menjadi salah satu nostalgia indah saya. Membayangkan dulu ketika
saya pusing sekali mengelola uang negara saat menjadi Bendahara desa, menonton
Boboiboy adalah salah satu obat ampuh untuk mengembalikan energi positif.
Sekarang, gara-gara serial ini
tayang di TV, istri saya sering marah-marah
karena saya sering ketawa ngakak sendiri melihat kelakuan Gopal, padahal anak
saya yang kecil sedang nyungsruk di depan mata.
Coba kalo saya punya kekuatan
seperti Gopal. Akan saya ubah omongan orang-orang menjadi makanan enak. Mereka
yang ngoceh, kita yang gemuk.















