Resolusi Simpel 2021
Mumpung lagi semangat nulis, iseng-iseng aku jelajahi blogku yang sederhana ini. Aku baca-baca lagi tulisan-tulisan lamaku. Kadang senyum, kadang sedih juga. Karena memang blog ini aku buat untuk curhat kehidupan sehari-hari yang pernah aku alami, terutama hal-hal yang aku highlight. Karena aku ini tipe orang yang suka curhat. Suka bercerita. Nah, blog ini salah satu medianya. Sebenernya udah banyak banget tulisan yang pernah aku buat. Tapi ngga semuanya ngumpul di blog ini. Karena dulu aku masih kere, jadi tulisanku masih di platform-platform gratisan. Kemana-mana. Tercecer. Makanya, sangkin kerenya aku ngga mampu beli domain dot com. Dan karena hal itu, aku pernah jadi bahan ejekan temanku yang juga hobi nulis-nulis ngga jelas. Tulisannya bisa dibaca DISINI.
Lagi asyik-asyik scroll tiba-tiba
aku cukup kaget lihat arsip tulisan di 2020. Bukan soal tahun 2020nya. Tapi
jumlah tulisannya. Aku Cuma bikin 8 tulisan selama 2020. Itu cukup membuat aku
terhenyak, kaget, merinding, melamun, sedih, kecewa, dan gundah gulana. Aku
sampai harus menenangkan diri di kamar selama seminggu karena kejadian ini.
Yang bikin aku semakin sedih dan
kecewa sampai mencakar-cakar muka sendiri, ternyata semakin kesini tulisanku
terasa kurang luwes, kaku, dan cenderung ngga tertata. Baik diksi maupun gaya
bahasanya. Karena setelah aku baca-baca lagi tulisanku yang ada di platform
lain, tulisanku dulu cenderung lebih luwes dan enak dibaca. Dan yang paling
penting, lebih lucu.
Bahkan istriku yang cuek, dan
cenderung tidak mau membaca tulisan-tulisanku, tiba-tiba menjadi kritikus
handal. “Kebanyakan mengulang kata itu”. “Ngga konsisten. Tadi bilang aku, kok
jadi saya?”. “Kok ngga ada lucu-lucunya?”, “Kok mukamu ngga kaya Joong Kook?”. Dan
kritik-kritik pedas lain yang membuat jiwaku semakin jatuh ke lembah kesedihan.
Dari dulu sebenernya aku sadar. Menulis
itu bukan hanya sekedar menulis. Butuh ketekunan dan konsistensi. Karena semakin
kita konsisten menulis, tulisan kita dengan sendirinya akan semakin membaik. Dan
itu juga yang sering aku dengar dari penulis-penulis terkenal itu. Makanya di
tahun 2021 ini ada resolusi sederhana di blog yang sederhana ini. Satu hari
satu tulisan. Ini juga pernah jadi resolusi temanku yang aku singgung di awal
tadi. Dia ngga tahu kalo sudah punya anak dan istri, boro-boro satu hari satu
tulisan. Kadang naikin celana melorot aja ngga sempat gara-gara digandulin anak-anak.
Apalagi kalo sudah kepikiran popok habis, susu habis, padahal baru separuh bulan.
Aduh boro-boro jadi tulisan. Jadi kasbon iya.
Emang bisa satu hari satu tulisan?
Ya ngga tahu. Namanya saja resolusi. Semoga rasa malas-malas yang membuat resolusi
tidak terlaksana bisa hilang, berganti dengan konsistensi untuk terus menulis.
“Emang motivasinya apa?”. Ngga
ada. Seneng aja rasanya ada sesuatu yang bisa diungkapkan. Karena balik lagi ke
awal, aku orangnya suka curhat. Suka cerita ke orang. Makanya isi blog ini ya Cuma
cerita-cerita ngga penting tentang hidup aku. Kalo ada yang baca ya syukur. Lebih
syukur lagi, kalo yang baca semakin banyak, dan banyak-banyak klik iklan. Adsense.
Adsense. Adsense. Uang. Uang. Uang.


0 komentar