Resolusi Simpel 2021

by - Januari 19, 2021

Mumpung lagi semangat nulis, iseng-iseng aku jelajahi blogku yang sederhana ini. Aku baca-baca lagi tulisan-tulisan lamaku. Kadang senyum, kadang sedih juga. Karena memang blog ini aku buat untuk curhat kehidupan sehari-hari yang pernah aku alami, terutama hal-hal yang aku highlight. Karena aku ini tipe orang yang suka curhat. Suka bercerita. Nah, blog ini salah satu medianya. Sebenernya udah banyak banget tulisan yang pernah aku buat. Tapi ngga semuanya ngumpul di blog ini. Karena dulu aku masih kere, jadi tulisanku masih di platform-platform gratisan. Kemana-mana. Tercecer. Makanya, sangkin kerenya aku ngga mampu beli domain dot com. Dan karena hal itu, aku pernah jadi bahan ejekan temanku yang juga hobi nulis-nulis ngga jelas. Tulisannya bisa dibaca DISINI.

Lagi asyik-asyik scroll tiba-tiba aku cukup kaget lihat arsip tulisan di 2020. Bukan soal tahun 2020nya. Tapi jumlah tulisannya. Aku Cuma bikin 8 tulisan selama 2020. Itu cukup membuat aku terhenyak, kaget, merinding, melamun, sedih, kecewa, dan gundah gulana. Aku sampai harus menenangkan diri di kamar selama seminggu karena kejadian ini.

Yang bikin aku semakin sedih dan kecewa sampai mencakar-cakar muka sendiri, ternyata semakin kesini tulisanku terasa kurang luwes, kaku, dan cenderung ngga tertata. Baik diksi maupun gaya bahasanya. Karena setelah aku baca-baca lagi tulisanku yang ada di platform lain, tulisanku dulu cenderung lebih luwes dan enak dibaca. Dan yang paling penting, lebih lucu.

Bahkan istriku yang cuek, dan cenderung tidak mau membaca tulisan-tulisanku, tiba-tiba menjadi kritikus handal. “Kebanyakan mengulang kata itu”. “Ngga konsisten. Tadi bilang aku, kok jadi saya?”. “Kok ngga ada lucu-lucunya?”, “Kok mukamu ngga kaya Joong Kook?”. Dan kritik-kritik pedas lain yang membuat jiwaku semakin jatuh ke lembah kesedihan.

Dari dulu sebenernya aku sadar. Menulis itu bukan hanya sekedar menulis. Butuh ketekunan dan konsistensi. Karena semakin kita konsisten menulis, tulisan kita dengan sendirinya akan semakin membaik. Dan itu juga yang sering aku dengar dari penulis-penulis terkenal itu. Makanya di tahun 2021 ini ada resolusi sederhana di blog yang sederhana ini. Satu hari satu tulisan. Ini juga pernah jadi resolusi temanku yang aku singgung di awal tadi. Dia ngga tahu kalo sudah punya anak dan istri, boro-boro satu hari satu tulisan. Kadang naikin celana melorot aja ngga sempat gara-gara digandulin anak-anak. Apalagi kalo sudah kepikiran popok habis, susu habis, padahal baru separuh bulan. Aduh boro-boro jadi tulisan. Jadi kasbon iya.

Emang bisa satu hari satu tulisan? Ya ngga tahu. Namanya saja resolusi. Semoga rasa malas-malas yang membuat resolusi tidak terlaksana bisa hilang, berganti dengan konsistensi untuk terus menulis.

“Emang motivasinya apa?”. Ngga ada. Seneng aja rasanya ada sesuatu yang bisa diungkapkan. Karena balik lagi ke awal, aku orangnya suka curhat. Suka cerita ke orang. Makanya isi blog ini ya Cuma cerita-cerita ngga penting tentang hidup aku. Kalo ada yang baca ya syukur. Lebih syukur lagi, kalo yang baca semakin banyak, dan banyak-banyak klik iklan. Adsense. Adsense. Adsense. Uang. Uang. Uang.

 

You May Also Like

0 komentar