Tentang Aku dan Band Favoritku

by - Mei 20, 2020


1975, di sebuah daerah di New Jersey, America Serikat, tinggallah seorang anak, Jon (yang bernama asli John Francis Bongiovi, Jr), yang berusia 13 tahun dan mahir bermain piano. Itu pasti karena sejak kecil dia bermain piano. Kalo dari kecil ‘main hati’ pasti besarnya jadi Andra and The Backbone. Apasih?

 Saat berumur 16 tahun bertemulah Jon dengan seorang anak yang lain yang bernama David Bryan dan mereka sepakat membentuk band pertama mereka yang bernama ‘Raze’. Walaupun mereka masih di bawah umur, mereka sering sekali manggung di klub-klub di New Jersey.

Jon : “Pid, gawe band yo! Bosen ning ngumah bae ora ana gawean. Rebahan terus marakna lemu banget. Delok iki wetenge wis kaya kaya onta. Bergelambir”.

David: “Ayo siap. Aku ya wis suwe ora dolanan music. Jebul dolanan cewek terus ya bosen”.

Begitulah awal percakapan mereka membentuk sebuah band. Setelah melalui perjalanan Panjang, akhirnya mereka mengeluarkan single pertama “Runaway” yang ternyata mendapat sambutan yang luar biasa di pasar music saat itu.

Sementara itu. Di lain tempat nun jauh dari New Jersey Amerika, tahun 2003, di sebuah kampung yang sangat terpencil -sebut saja kampung Sabrang- yang tingkat kemajuannya bagaikan langit dan bumi bila dibandingkan dengan New Jersey, tinggallah seorang anak berumur kurang lebih 12 tahun. Sebut saja Namanya Mas Kas. Dia tinggal Bersama neneknya karena setelah kedua orang tuanya bercerai,  dia menumpang hidup di rumah neneknya.

Mas Kas mempunyai tetangga seorang perempuan yang menikah dengan seorang pemuda ibukota. Sebut saja perempuan itu bernama Galih dan suaminya Ratna. Atau terbalik? Terserah wong ini Cuma ilustrasi. Sebagai seorang pemuda ibu kota tentu saja Galih mempunyai style dan selera yang berbeda dengan orang-orang di kampung Sabrang. Termasuk selera musiknya. Bila waktu itu tahun 2003 orang-orang di kampung Sabrang masih mendengarkan Gending dan Campursari, maka Galih sudah mendengarkan lagu-lagu barat.

Sebagai gambaran, di kampung Sabrang, orang-orang terbiasa memainkan music dengan suara yang keras sampai terdengar jauh ke beberapa rumah tetangga. Bahkan, bagi Sebagian warga kampung Sabrang, semakin keras dan mantapnya suara music mereka, maka akan semakin menambah gengsi dalam hidup mereka. Kalo orang kota untuk bergengsi mereka tinggal memakai pakaian bermerk, nongkrong lah di café-café dan terlihat gengsinya. Masa orang kampung Sabrang harus bawa sound system waktu nongkrong?

Karena Galih yang terbiasa memainkan music-music barat dengan suara keras, maka mau tak mau  suara music itu harus sampai ke rumah nenek Mas Kas dan tentu saja ke telinga Mas Kas. Begitulah seterusnya setiap hari, berulang-ulang, dengan lagu-lagu yang sama karena waktu itu masih jamannya VCD player. Sebenarnya ada perasaan kurang suka di hati Mas Kas yang terus mendengarkan music yang keras dari rumah orang lain. Tetapi entah kenapa, sebagai seorang anak kampung yang terbiasa dengan culture gending dan campursari, justru Mas Kas menyukai music-music yang diputar Galih. Terlebih lagi, ada satu lagu yang sangat Mas Kas sukai dan selalu terngiang-ngiang di telinga dia. Tapi dia tidak tahu itu lagu apa dan siapa yang menyanyikan. Karena lagunya memang berbahasa Inggris.

Setelah melalui perjalanan Panjang, Mas Kas baru tahu kalau lagu itu berjudul Always yang dinyanyikan sebuah band dari New Jersey Amerika, Bon Jovi.

Begitulah cerita awal mula saya mengenal Bon Jovi. Mulai saat itu, saya mulai mencari info tentang mereka, lagu-lagu mereka, dan juga cerita yang mengiringi perjalanan mereka, dan semakin hari pula saya semakin suka dengan music mereka.

17 tahun sudah Bon Jovi menemani perjalanan hidup saya di dunia fana ini. Ada begitu banyak highlight kehidupan saya yang diiringi musik Bon Jovi. Mengenai hal-hal itu dan mengapa saya menyukai Bon Jovi, akan saya tulis di lain kesempatan. Kalo saya ngga ngantuk.

“We've gotta hold on to what we've got

It doesn't make a difference if we make it or not

We've got each other and that's a lot For love”

You May Also Like

0 komentar