Apa aku pernah cerita kalo dulu selepas SD pernah putus sekolah? iya. Aku yang sekarang ini jadi seorang guru nan tampan rupawan ini dulu pernah putus sekolah. dan putus sekolahnya itu ngga main-main. Lulus SD langsung putus sekolah. Sebuah ironi yang sangat menyakitkan pankreas dan kantung empedu, mengingat di SDku dulu, aku termasuk murid yang pintar. Kenapa kok sampai putus sekolah? Panjang ceritanya. Ngga sepanjang angan-angan saya yang pengin punya Honda HRV Prestige sih. Tapi pokoknya panjang lah ceritanya.
Jadi, sehabis kejadian putus sekolah itu, aku dan satu orang temanku yang sama-sama putus sekolah, merantau ke sebuah kota kecil di Jawa Barat bernama Majalengka. Tunggu tunggu. Kok ada temenku yang putus sekolah juga ya? Apa jangan-jangan putus sekolah sebenernya bukan hal istimewa di desaku? Jangan-jangan putus sekolah jadi sebuah passion buat masyarakat kampung kaya kami? Apa jangan-jangan pemerintah ngga hadir di situ? Ah sudahlah. Kita lanjut cerita aja.
Majalengka sebuah kota kecil di Jawa Barat, menjadi tujuan aku dan kawan aku buat merantau. Majalengka itu, diantara Sumedang, Cirebon, Indramayu, Kuningan. Kalo kalian sudah sampai di ujung Cirebon sebelah wetan, tanya aja sama warga yang lagi duduk-duduk di pinggir jalan. "Pak mau tanya, disini yang namanya Asep sama Ujang dimana?". Kalo jawabannya "Wah Asep sama Ujang ada dimana-mana pak", berarti kalian udah sampai di Majalengka.
Singkat cerita, aku tiba di rumah seorang bos, Distributor besar Jamu Nyonya Meneer. Tahu kan jamu legendaris produksi Ungaran Semarang yang di bungkusnya ada foto ibu-ibu yang tulisannya berdiri sejak 1919? Kalian pernah bayangin ngga, ada ibu-ibu berdiri dari tahun 1919? Gila bener. Laki-laki aja berdirinya paling lama 10 menit. Apa? Kalian bisa berdiri sejam? Kok punyaku bentar doang? Apaan sih?
FYI, perusahaanya sekarang udah pailit. Jadi intinya saya punya bos seorang distributor Jamu Nyonya Meneer yang cukup besar. Armadanya banyak, karyawannya banyak, rumahnya besar, dan peliharaanya banyak. Punya burung. Pasti lah. Kan laki-laki. Masa ngga punya burung? Aduh. kesitu lagi. Maksudku, peliharaannya banyak. Ada burung perkutut, burung kicauan, ayam, ikan, anjingnya macem-macem jenis, bahkan punya peliharaan simpanse sama orang utan. Nah, pekerjaanku salah satunya adalah ngasih makan hewan-hewan yang aku sebutkan tadi. Kecuali perkutut ya. Karena perkututnya bosku itu memang udah dikelola profesional dan punya karyawan kusus yang setiap hari merawat burung. Perkutut.
Pekerjaan pokok lainnya yaitu bersih-bersih rumah. Rumahnya itu gedenya luar biasa. Bukan cuma bangunan rumahnya aja yang gede sih. Tapi areanya itu yang nggilani. Jadi seluruh area rumah bosku itu dipagar tembok tinggi. Karena antara rumah bosku, kantor karyawan jamu, dan area hewan-hewan itu menjadi satu di dalam tembok tinggi itu. Jadi kalo udah mulai bersih-bersih, waktunya lama dan sangat melelahkan jiwa raga. Mana gajiku waktu itu aduh kalo diinget sekarang rasanya menyedihkan. Untung aja semua orang disana baiknya luar biasa. Mungkin karena kasihan juga lihat aku yang begitu polos, kecil, lucu menggemaskan sudah harus bekerja terpisah ratusan kilometer dengan keluarga.
BTW, bosku ada keturunan China Jawa, Nasrani. Jadi di dalam rumahnya ya banyak patung-patung Yesus, Bunda Maria gitu. Mulai dari yang kecil-kecil yang dipajang di lemari-lemari, sampai yang gede banget yang ada di dalam kamar tidur bosku.
Suatu hari aku lagi bersih-bersih ruang keluarga. Di dalam ruang keluarga itu ada lemari cukup besar dan ada patung Yesus dan Bunda Maria di lemari itu. Dasar aku yang memang dari kecil suka pethakilan, ndilalah aku ngga sengaja menjatuhkan patung Yesus dan hancur kira-kira jadi 3 bagian. Gila.Waktu itu takutnya bukan main. Sampai sekarang aja aku masih inget takutnya kaya gimana waktu itu. Untungnya bukan yang gede. Untungnya lagi, ngga ada siapapun disitu waktu itu. Tengok kanan kiri, aman. Aku kumpulin serpihan-serpihan patung Yesus itu, terus aku coba satukan kira-kira kalo dikasih lem Alteco masih bisa nyatu apa ngga. dan ternyata aku lihat kayaknya ngga kentara habis jatuh kalo disatuin pake lem Alteco. dengan secepat kilat aku beli lem yang kalo nempel di kulit sangat menyebalkan jiwa itu. Akhirnya patung Yesus menyatu lagi dan hasilnya juga ternyata lumayan.
Itu bener-bener kejadian yang ngga bakal aku lupain seumur hidup aku. karena waktu itu, kejadian itu adalah kejadian cukup mendebarkan sepanjang umur aku. FYI, aku Muslim yang Insyaallah sedikit paham dan memegang teguh Tauhid agamaku. Sekarang. Tapi waktu itu, waktu masih polos itu, tahun 2003 itu, apa kalian tahu yang paling aku pikirkan dan membuat aku takut? aku takut Yesus marah. :D

